This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Berita Kali ini : Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya, Bagikan !

Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
Sumber infoyunik.com
Share:

Berita Kali ini : Bahaya Buang Air Panas di Toilet, Bagikan !

Bahaya Buang Air Panas di Toilet
Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
Sumber infoyunik.com
Share:

Berita Kali ini : Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya, Bagikan !

Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
via sumber infoyunik.com noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) http://ift.tt/2Bb2J0H
Share:

Berita Kali ini : Bahaya Buang Air Panas di Toilet, Bagikan !

Bahaya Buang Air Panas di Toilet
Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
via sumber infoyunik.com noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) http://ift.tt/2iPlvUy
Share:

Berita Kali ini : Inilah Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya Bagikan Info Penting ini !!!, Bagikan !

Inilah Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya Bagikan Info Penting ini !!!
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) Sumber KLIK DI SINI
Share:

Berita Kali ini : Inilah Bahaya Buang Air Panas di Toilet Bagikan Info Penting ini !!!, Bagikan !

Inilah Bahaya Buang Air Panas di Toilet Bagikan Info Penting ini !!!
Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) Sumber KLIK DI SINI
Share:

Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya

Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2Bb2J0H Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Bahaya Buang Air Panas di Toilet

Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2iPlvUy Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Berita Kali ini : Hukum Kebiri Bagi Pelaku Pedofilia, Bagikan !

Hukum Kebiri Bagi Pelaku Pedofilia
Akhir-Akhir ini kejahatan s3ks yang menimpa anak-anak semakin kerap terjadi. bahkan, tidak jarang kejahatan itu diakhiri dengan membunuh korbannya. Untuk memberikan efek jera, ada usulan agar pelaku kejahatan pedofilia itu dikebiri. Bagaimana pandangan Islam? Berikut ini penjelasannya.

Ilustrasi ( Foto @Source )
Pedofilia berasal dari bahasa Yunani paidophilia (pais: anak-anak, philia: cinta yang bersahabat), yang sebenarnya secara etimologis (bahasa) artinya bagus, yakni cinta yang bersahabat buat anak-anak. Tetapi, kemudian secara terminologis (istilah), pedofilia menjadi populer dengan pengertian yang menyimpang dari arti bahasanya, yaitu kecenderungan orang dewasa untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak, yang didapatkannya melalui tipu daya, pemaksaan, bahkan pemerkosaan.

Pedofilia merupakan kejahatan yang luar biasa, haram berat hukumnya, karena disamping memperkosa anak-anak (korban pedofilia), juga merampas dan menghancurkan masa depan mereka akibat trauma berkepanjangan, atau bahkan korban tersebut akan menjadi pedofil (pelaku pedofilia) juga, akibat penyimpangan orientasi seksual yang dipaksakan, yang kemudian menjadi kebiasaan.

HUKUM MATI

Dalam fikih klasik belum ada pembahasan tentang hukuman bagi pelaku pedofilia ini. Yang ada adalah hukuman zina, yaitu dicambuk 100 kali (baca an-Nuur 2) dan sodomi (anal sex, pemuasan seksual melalui dubur), yakni dihukum mati. Hal ini berdasarkan pada hadis sahih yang Rasulullah Saw bersabda, "Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth (sodomi), maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya," (HR Ahmad dari Abdullah bin Abbas dengan kesahihan syarat Bukhariy-Muslim).

Oleh karena itu muncul gagasan untuk mengebiri pelaku pedofilia dalam stadium tertentu sebagai hukuman terhadap kejahatan terhadap anak-anak dan masa depan mereka.

Yang dimaksud kebiri (khishaa', orchietomy) adalah operasi pengangkatan salah satu atau kedua testis pria. Testis diketahui dapat menghasilkan 95% hormon kejantanan (testosterone). Dengan kebiri, hasrat seksual seseorang menjadi hilang.

BEDA PENDAPAT

Hukum kebiri, jika dilakukan terhadap binatang, maka fuqahaa' (ulama ahli fikih) berbeda pendapat, Fuqahaa' Hanafiyyah, berpendapat bolehnya mengebiri binatang karena akan memberi manfaat bagi manusia dan binatang itu sendiri. Sedang fuqahaa' Malikiyyah dan Syafi'iyyah menyatakan, yang boleh dikebiri hanyalah binatang yang halal dan dimakan dagingnya. Sebab hal itu dapat meningkatkan kualitas daging binatang yang dikebiri. 

Sementara fuqahaa' Hanabilah berpendapat, mengebiri binatang itu boleh tapi makruh karena banyaknya hadis yang melarang menyakiti binatang, antara lain yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah dilalui oleh seekor kedelai yang telah diberi tanda ciscisan dengan api di mukanya, lalu beliau bersabda, "Allah melaknat orang yang menandai sedemikian ini," (Riwayat Muslim).

Tetapi jika kebiri itu dilakukan terhadap manusia, maka para fuqaha' sepakat, hukumnya haram karena mengubah ciptaan Allah yang permanen dengan cara permanen pula (baca an-Nisaa' 119) dan bisa menimbulkan mudarat/bahaya/kerugian bagi keberlangsungan hidup manusia (adl-dlararu yuzaal: segala yang mudarat itu harus dihindari/ditiadakan).

Namun jika kebiri itu dilakukan terhadap pelaku pedofilia sebagai salah satu alternatif ta'ziir (hukuman) bagi mereka, tentu amat pantas akrena dengan kebiri, maka gairah seksualnya menjadi lemah atau bahkan hilang sama sekali, sehingga rasa ketagihan untuk melakukannya lagi tidak akan muncul kembali.

Kalaupun hukum asal kebiri bagi manusia itu haram, dan memang haram, tetapi dalam konteks penjeraan atau penghentian perilaku menyimpang, dapat dibenarkan atas dasar kemaslahatan (al-mashlachah). Hal ini disandarkan pada kaidah ushul fikih, "Tasharruful imaam 'alarra'iyyah manuuthun bilmashlachah (perlakuan pemimpin pada rakyatnya itu harus didasarkan pada asas kemaslahatan)." Wallahu a'lam.


from Aku Islam http://ift.tt/2jWiCoo
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Rasulullah Sahabat Semua Orang, Bagikan !

Rasulullah Sahabat Semua Orang
Walau Rasulullah adalah pemimpin umat, namun pribadinya yang mulia dan baik hati membuat semua orang nyaman ketika berada di dekat beliau. Rasulullah pun menjadi sahabat banyak orang. Mulai dari anak kecil, wanita dan laki-laki dewasa hingga orang lanjut usia suka sekali berbicara dan menanyakan masalahnya kepada beliau.
Rasulullah Sahabat Untuk Semua Orang ( Foto @Source )
Rasulullah Saw selalu ada untuk semua golongan masyarakat. Semua orang yang punya masalah atau pertanyaan bisa datang kepada beliau. Beliau adalah Nabi yang dipuji di langit dan di bumi. Beliau adalah orang yang luar biasa, yang dilahirkan sebagai rahmat bagi alam semesta.

Meskipun beliau adalah orang yang luar biasa. Rasulullah Saw tidak pernah sombong. Beliau biasa menghabiskan waktu bersama siapa saja. Anak-anak senang menemui beliau. Ketika para pemuda mempunyai pertanyaan, mereka akan bertanya kepada beliau. 

Ketika para perempuan mempunyai masalah, mereka akan datang kepada beliau. Orang-orang lanjut usia menaruh harapan kepada beliau. Kepada mereka, Rasulullah Saw pun menghadirkan rasa cinta, kebahagiaan, dan penyelesaian karena beliau adalah Nabi Allah yang terpilih.

MEMBERIKAN JALAN KELUAR

Rasulullah Saw biasa menyisihkan satu hari dalam seminggu bagi para perempuan dalam masyarakat. Ketika hari itu tiba, kaum perempuan biasa berkumpul dan mengajukan pertanyaan yang mereka punya kepada Rasulullah. Hari itu adalah salah satu hari ketika para perempuan berkumpul di sekeliling Rasulullah.

Para perempuan itu berbicara dan mengajukan pertanyaan bersama-sama. Mereka saling meninggikan suara. Suara mereka begitu riuh sampai-sampai suara Rasulullah tidak terdengar.

Tidak jelas siapa berkata apa, namun, Tanpa menunjukkan kemarahan, Rasulullah Saw mendengarkan mereka semua, satu per satu dan memberikan jalan keluar bagi masalah mereka.

Tepat saat itu, Umar lewat di luar. Para perempuan itu mendengar langkah kakinya. Dan ketakutan, mereka langsung menenangkan diri dan bersiap untuk menyambutnya. Tiba-tiba saja keriuhan itu berhenti. Ketika Umar memasuki ruangan, suasana benar-benar senyap.

Orang-orang yang beberapa saat lalu saling memotong pembicaraan yang lain dan secara bersamaan mengajukan segala macam pertanyaan kepada Rasulullah sekarang langsung berubah. Mereka mulai berbisik-bisik, seolah mereka adalah sekelompok perempuan yang berbeda.

UMAR DATANG

Rasulullah memperhatikan bahwa kedatangan Umar membuat suasana menjadi tenang. Senyum mengembang di wajah beliau. Dengan heran, Umar bertanya, "Hidupku adalah tebusanmu wahai Rasulullah! Mengapa engkau tersenyum?"

Rasulullah Saw berkata, "Perilaku orang-orang yang ada di sekelilingku, yang menjadi tenang ketika mendengar suaramu, membuatku senang."

Kata Umar, "Ya Rasulullah, menurutku kau lebih pantas mendapatkan rasa hormat ini lebih daripada siapapun."

Sesudah itu, ia berpaling kepada para perempuan itu, "Wahai para perempuan, kalian adalah musuh dari diri kalian sendiri. Apakah kalian takut kepadaku, bukannya kepada Rasulullah Saw?"

Para perempuan itu menjawab, "Kau lebih keras daripada Rasulullah Saw. Kau tidak setoleran beliau. Itulah sebabnya kami bersikap seperti ini."

Rasulullah Saw mengakhiri pembicaraan itu dengan catatan yang indah, "Wahai Umar, mereka mengatakan yang sebenarnya. Ketika kau berada di jalan, setan pun akan berbalik arah, demi Allah, agar tidak bertemu denganmu."

Mendengar kata-kata itu, orang-orang di sekeliling Rasulullah Saw pun tertawa. Rasulullah Saw memang sahabat semua orang dan penjaga segala rahasia.


from Aku Islam http://ift.tt/2i4ixyo
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Bolehkah Wanita Ditalak Saat Haid?, Bagikan !

Bolehkah Wanita Ditalak Saat Haid?
Perceraian adalah perbuatan halal yang dibenci oleh Allah. Perceraian adalah jalan darurat yang diambil karena sudah tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh. Tapi, ingat bahwa wanita haram ditalak ketika dalam keadaan haid. Boleh ditalak saat haid, tapi ada syaratnya. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Ilustrasi ( Foto @Source )
Ketika istri sedang haid, haram bagi suaminya untuk menalaknya berdasarkan firman Allah SWT, "Wahai Nabi, apabila kalian hendak menceraiakn para istri kalian, maka ceraikanlah mereka pada saat mereka dapat (menghadapi) iddahnya..., (QS Ath Thalaq: 1).

Ibnu Abbas Ra menafsirkan, "TIdak boleh seseorang menceraikan istrinya dalam keadaan haid dan tidak boleh pula ketika si istri dalam keadaan suci namun telah disetubuhi dalam masa suci tersebut. Akan tetapi, bila ia tetap ingin menceraikan istrinya, maka hendaklah ia membiarkan (menahannya) sampai datang masa haid berikutnya, lalu disusul masa suci, setelah itu ia bisa menceraikannya."

TIGA KEADAAN

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyebutkan, ada tiga keadaan yang dikecualikan dalam pengharaman talak ketika istri sedang haid (yakni boleh menalaknya walaupun dalam keadaan haid). Pertama, apabila talak dijatuhkan sebelum ia berduaan dengan si istri atau sebelum ia sempat bersetubuh dengan si istri setelah atau selama nikahnya. Dalam keadaan demikian, tidak ada 'iddah bagi si wanita dan tidak haram menceraikannya dalam masa haidnya.

Kedua, apabila haid terjadi di waktu istri sedang hamil karena lamanya 'iddah wanita hamil yang dicerai suaminya adalah sampai ia melahirkan anak yang dikandungnya bukan dihitung dengan masa haidnya.

Ketiga, apabila talak dijatuhkan dengan permintaan istri dengan cara ia menebus dirinya dengan mengembalikan sesuatu yang pernah diberikan suaminya atau diistilahkan khulu.

Hal ini dipahami dari hadis Ibnu Abbas radiallahu'anhuma dalam sahih Bukhari. Disebutkan bahwasannya istri Tsabit bin Qais bin Syamas datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu menyatakan keinginannya untuk berpisah dengan suaminya. Maka, Nabi Saw menyuruhnya untuk mengembalikan kebun yang pernah diberikan kepadanya dan memerintahkan Tsabit untuk menerima pengembalian tersebut dan menceraikan istrinya. Dalam hadis ini, Nabi sama sekali tidak menanyakan kepada wanita tersebut apakah ia dalam keadaan haid atau tidak.


from Aku Islam http://ift.tt/2iNvcTd
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : 5 Doa Dan Zikir Perlindungan Diri, Bagikan !

5 Doa Dan Zikir Perlindungan Diri
Berbagai masalah tentu akan selalu kita alami dalam hidup ini. Untuk itu, kuatkan diri dengan selalu berzikir dan berdoa kepada Allah dengan doa perisai diri.

Zikir Dengan Tasbih ( Foto @Source )
Subhanallah, dengan zikir kita akan semakin dekat dengan Allah SWT, hati akan tenang dan mendapat perlindungan-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram," (QS Al Ra'd (13): 28).

Rasulullah Saw pun menjamin dalam hadisnya, suatu hari Rasulullah Saw berkumpul bersama para sahabat. Lalu beliau bersabda, "Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu daripada berinfak dengan emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu? Serempat para sahabat berkata, 'Mau, wahai Rasulullah' Beliau pun bersabda, 'Zikir kepada Allah'," (HR At Tirmizi).

Berbagai zikir diajarkan oleh Rasulullah Saw, di antaranya adalah zikir dan doa untuk melindungi diri atau zikir perisai diri. Rasulullah Saw bersabda, "Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian," (HR Bukhari).

Berikut beberapa zikir dan doa untuk perisai diri:

TERJAGA DARI MUDHARAT

Dari Utsman bin Affan Ra mengatakan, "Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda, 'Barang siapa yang mengatakan, 'Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syaiun filardhi wa laa fissamaa-i wa huwassamii'ul 'alim (Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)' sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang memudharatkannya," (HR Abu Daud dan Tirmizi).

TERHINDAR MUSIBAH

Dari Ibnu Umar Ra, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang menyaksikan orang yang terkena musibah, kemudian mengatakan, 'Alhamdulillahilladzii 'aafinii mimmab talaka bihi wa fadh-dholanii 'alaa katsiirin mimman khalaq (Segala puji bagi Allah yang telah menghindarkanku dari musibah yang menimpamu, serta memberikan kelebihan kepadaku atas sekian banyak ciptaan-Nya), 'niscaya ALlah akan menghindarkannya dari musibah tersebut sepanjang hayatnya, walau bagaimanapun keadaannya," (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).

DI TEMPAT BARU

Jika kita berada di tempat yang baru saja kita kunjungi, juga ada doanya agar terhindar dari kemudharatan tempat baru tersebut. Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan, 'A'udzu bi kalimaatillahittammaati min syarri maa khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya)' niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya," ( HR Tirmizi dan An Nasai).

DOA NABI YUNUS

Rasulullah SAw juga mengajarkan doa perisai diri, sebagaimana dipanjatkan oleh Nabi Yunus. Dari Sa'ad bin Abi Waqash mengatakan, "Rasulullah Saw bersabda, doa yang dipanjatkan oleh Dzun Nun (Nabi Yunus) 'alaihissalaam tatkala berada di dalam perut ikan besar adalah, 'La ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadhdhaalimiin (Ya Allah, Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya adalah termasuk orang-orang yang zalim). 'Tidaklah seorang muslim terkena musibah kemudian berdoa dengannya, melainkan Allah akan mengabulkan keinginannya," (HR Tirmizi).

DOa tersebut diabadikan dalam kisah Nabi Yunus AS di dalam Alquran Surat Ash Shoffat, "Maka sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit," (QS Shafat: 143-144).

SURAT PENDEK

Selain doa-doa tersebut, Rasulullah Saw juga menegaskan zikir dengan ayat-ayat Alquran. Dari Abdullah bin Hubaib mengatakan, "Pada suatu malam saat turun hujan dan malam begitu pekat kami keluar mencari Rasulullah Saw agar beliau bersedia shalat bersama kami. 

Kami pun menemukan beliau, beliau bersabda, 'Bacalah!' Tetapi aku hanya diam. Kemudian beliau mengatakan lagi, 'Bacalah!' Tapi aku masih tetap diam. Kemudian beliau memerintah lagi, 'Bacalah!'

Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa yang harus aku baca?' Beliau bersabda, 'Bacalah Al Ikhlas dan Mu'awwidzatain (An Naas dan Al Falaq) di waktu sore dan pagi hari tiga kali, niscaya ia mencukupimu dari segala sesuatu," (HR Abu Daud, dan Tirmidzi).


from Aku Islam http://ift.tt/2hOPZ87
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Semua Karena Allah, Bagikan !

Semua Karena Allah
Lulus SMA, aku bertekad merantau ke Malaysia. Siapa tahu bisa mengeluarkan kedua orangtua dan adikku dari kemiskinan. Sayang tidak semudah yang kubayangkan. Aku belum berpengalaman dan tidak punya surat izin/paspor. Lalu, dengan gampang aku diboyong ke penjara.

Ilustrasi ( Foto @Source )
Pilu hatiku bukan main. Namun aku tidak boleh putus asa. Aku harus kuat atas cobaan yang diberikan Allah ini. Di sela tangisku, aku berwudhu walau cuma tayamum. Diiringi derai air mata itulah aku shalat dan berdoa kepada Allah, memohon perlindungan, jalan terbaik serta jalan keluar.

Usai shalat, aku dipanggil menghadap komandan. Bukan main takutnya aku. Tubuhku yang tadinya dingin semakin menggigil.

"Cik, bisa mengaji dan shalat?" tanya komandan setelah aku sudah duduk di kursi yang tak jauh darinya. "Insya Allah bisa, Pak," jawabku terbata-bata. 

Komandan itu tersenyum-senyum, disusul para polisi lainnya, "Kalau begitu, Cik boleh shalat Ashar berjamaah nanti, sekarang Cik mandi, pakai pakaian ini, juga peci ini. Kamu tunggu Cik di sini," ucap Komandan sambil menyodorkan pakaian untuk shalat kepadaku.

Akupun beranjak mengikuti perintahnya. Ternyata para polisi itu memperhatikan tingkahku, Setelah siap, kudekati mereka. Kami bersama-sama menuju masjid.

"Kami ingin Cik yang adzan!" pinta komandan. Dengan senang hati aku turuti perintahnya, karena akupun tidak merasa keberatan. Sebab aku memang dekat dengan lingkungan Islami.

Usai shalat, aku disuruh komandan untuk duduk di dekat mereka. "Cik tidak keberatan menjadi guru mengaji di sini, di rumah tahanan ini?" ucap komandan tiba-tiba. 

Mendengarnya aku sangat senang. Kutatap satu-persatu yang duduk di depanku. "Jangan takut, kamu aman di sini. Kami akan membayar gajimu bila kamu setuju, dan Cik akan kami bebaskan," sambungnya.

Bukan main gembira hatiku. Aku langsung sujud syukur kepada Allah. Ternyata Allah mendengar doaku dan mengabulkan pintaku. Setelah itu, kusalami dan ciumi satu persatu tangan para polisi itu. Aku bebas, aku tidak di tahan lagi, dan aku sudah menjadi guru di penjara tersebut.

Aku mengajarkan para tawanan dan para polisi untuk bisa mengaji atau membaca al-Qur'an dan shalat.

Perlahan tapi pasti, kini kehidupanku dan kedua orangtuaku sudah tidak tergolong miskin lagi, tidak miskin harta, juga tidak miskin ilmu. Alhamdulillah, aku sudah bisa membiayai kedua orangtuaku untuk berangkat haji, dan adikku bisa sekolah tinggi. Ini semua berkat Allah, atas izin Allah. Tiada henti aku bersyukur, kami sekeluarga terselamatkan dari jurang kemiskinan dan keterbelakangan.


from Aku Islam http://ift.tt/2AIB0UX
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Semangat Panca Dan Fatin Berjualan Jajanan Di Plaza Marina, Surabaya, Bagikan !

Semangat Panca Dan Fatin Berjualan Jajanan Di Plaza Marina, Surabaya
Jajane Mas..... Jajane Mas... Jajane Mas. Itulah yang setiap hari di teriakan oleh Panca (13 Tahun) bersama dengan Adiknya Fatih (6Tahun) menjajakan gorengan, ketan dan juga jelly.
Panca Dan Fatih Saat Menjajakan Dagangannya ( Foto @Facebook Tukunen Rek )
Keduanya kerap terlihat berjualan di Area Parkiran Motor Plaza Marina, Surabaya. Kerap juga keduanya mengitari jalanan untuk menjajakan dagangannya itu agar habis terjual semuanya.

Harga dagangannya tidak mahal hanya Rp. 2.500 sudah bisa membeli Gorengan, Ketan dan juga Jelly yang dibungkus dengan plastik kecil.

Kedua anak kecil ini berjualan untuk membantu ekonomi keluarga, Pendapatan Sang Ayah berjualan barang bekas di pasar gembong, Surabaya dirasa kurang untuk membiayai ibunya yang baru saja melangsungkan operasi cesar.

Panca dan Fatih baru saja berduka pasalnya calon adik mereka meninggal dalam kandungan, dan kini Ibunya sedang dalam perawatan sehabis operasi cesar.

Sejak kecil Panca dan Fatih memang sudah aktif bekerja menjajakan dagangannya, Mereka mulai aktif berjualan setiap jam 4 Sore sampai jam 8 Malam, Bagi mereka tidak ada waktu bermain, usai pulang sekolah mereka harus langsung berjualan.

Semangat Panca dan Fatih benar-benar luar biasa terlebih ketika keduanya itu tanpa ragu berteriak "Jajane Mas... Jajane Mas.... Jajane Mas... atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Jajannya Mas... Jajannya Mas... Jajanyas Mas.." untuk agar orang mau membeli dagangan mereka.

Hal ini perlu menjadi motivasi buat kita, Panca dan Fatih yang masih berusia 13 tahun dan 6 tahun saja sudah berani dan bersemangat dalam berjualan, masak terkadang kita yang sudah berusia matang tidak punya semangat dalam bekerja?


from Aku Islam http://ift.tt/2hvUswd
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Mbah Salim, Usia 80 Tahun Penjual Mainan Di Pasar Karah, Bagikan !

Mbah Salim, Usia 80 Tahun Penjual Mainan Di Pasar Karah
Mencari rejeki adalah sebuah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang, manusia wajib untuk bekerja untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, saat bekerja jangan lupa untuk berdoa agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Mbah Salim (Foto @facebook )
Karena berdoa saja tanpa bekerja itu juga bukan hal yang tepat, begitu juga sebaliknya bekerja saja tanpa berdoa maka rasanya akan kurang lengkap rasanya.

Di usia muda terkadang kita merasa bahwa mencari pekerjaan itu adalah sebuah hal yang sulit, terlebih lagi jika kita merupakan lulusan Sarjana, yang masih menganggur tentu akan merasa bahwa pekerjaan itu sulit untuk didapatkan.

Jika kita merasa seperti itu mungkin kita perlu menengok kisah dari Mbah Salim berikut ini :
Di usianya yang sudah tidak muda lagi 80 Tahun, Mbah Salim masih sangat semangat dalam mencari rejeki dengan berjualan di salah satu pasar di Surabaya.

Setiap hari Mbah Salim berjualan di Depat Indomaret Pasar Karah, lokasi tepatnya di samping Kantor Bank BRI Karah. 

Beliau merupakan orang asli Pandaan Pasuruan, Karena berjualan di Surabaya ia pun saat ini bertempat tinggal di Losmen dalam Pasar Karah.
Mainan Mbah Salim ini tergolong merupakan mainan yang harganya masih bersahabat yaitu 5Ribu rupiah, meski tak setiap hari laku keras akan tetapi Mbah Salim tetap semangat menata dagangannya dan berjualan setiap hari.

Semangat Mbah Salim ini tentu membuka pikiran kira, mungkin jika kita belum bisa mendapatkan pekerjaan, kita justru bisa membuka lapangan pekerjaan setidaknya untuk diri kita sendiri terlebih dahulu dan kemudian siapa tahu kedepannya lapangan pekerjaan itu bisa untuk orang lain juga.


from Aku Islam http://ift.tt/2zKkHri
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Muslimah Teladan, Keberaniannya Dipuji Rasul, Bagikan !

Muslimah Teladan, Keberaniannya Dipuji Rasul
Ummu Umarah dan anaknya kompak berjihad di jalan Allah. Meski terlahir sebagai perempuan, namun kemahirannya dalam berperang tidak diragukan lagi. Bahkan Rasulullah Saw secara langsung memuji keberaniannya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Ummu Umarah merupakan salah satu muslimah teladan. Ia begitu total mewujudkan keimanannya kepada Allah SWT. Bukan hanya garta, nyawa pun ia rela korbankan demi tegaknya agama Islam.

Ketika tumbuh menjadi dewasa, Ummu Umarah dipersunting oleh Zaid bin Ashim. Dari pernikahan itu dikaruniai dua orang putra, Abdullah dan Habib. Namun suami Ummu Umarah tak berumur panjang, Zaid meninggal dunia. 

Kemudian Ummu Umarah menikah lagi dengan Ghaziyah bin 'Amr. Dari pernikahan mereka lahir Tamim dan Khaulah.

Suatu hari Ummu Umarah menyambut datangnya seruan Rasulullah Saw dengan memeluk Islam. Setelah keislamannya itu, Allah menganugerahkan banyak kemuliaan padanya. Dia termasuk salah satu wanita yang hadir pada Malam 'Aqabah dan berbaiat kepada Rasulullah.

Medan Uhud, Hudaibiyah, Khaibar, 'Umratul Qadla', Hunain tak lepas dari sejarah perjalanan hidupnya bersama Rasulullah Saw. Bahkan, semasa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq dia turut terjun memerangi Musailamah Al Kadzdzab dalam Perang Yamamah.

TURUT BERPERANG

Kisah mengesankan terjadi dalam medan pertempuran Uhud, tatkala Ummu Umarah ikut berperang bersama kedua putranya, Abdullah dan Habib. Dengan membawa tempat air minum untuk memberi minum pasukan yang terluka.

Pertempuran berlangsung dahsyat. Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah hanya dibentengi beberapa sahabat saja. Di saat yang genting itu, Ummu Umarah terjun langsung dalam peperangan dengan pedangnya. Bersama dua putranya, Ummu Umarah mendekati Rasulullah Saw dan melindungi beliau dengan segenap kemampuan.

Di tengah berkecamuknya perang, putra Ummu Umarah, Abdullah bin Zaid terluka di lengan kirinya karena ditebas oleh seseorang yang sangat cepat datangnya dan berlalu begitu saja. Darah pun mengucur tak henti. Melihat itu, Rasulullah Saw berkata, "Balutlah luka anakmu!" Ummu Umarah pun datang membalut dan mengikat luka putranya, sementara Rasulullah Saw berdiri mengawasi.

Usai mengikat luka, Ummu Umarah berkata pada putranya, "Bangkitlah! Perangilah orang-orang itu!" Mendengar ucapannya, Rasulullah Saw mengatakan, "Siapa yang mampu melakukan seperti yang kaulakukan, wahai Ummu Umarah?"

TANGAN TERPOTONG

Kemudian Rasulullah Saw memberitahukan orang yang telah melukai Abdullah. Ummu Umarah segera menghadang orang itu dan menebas betisnya hingga terjatuh. Rasulullah Saw tersenyum menyaksikan keberanian Ummu Umarah hingga tampak gigi geraham beliau. Ummu Umarah pun menebasnya bertubi-tubi hingga orang itu mati.

"Segala puji milik Allah yang telah menolongmu serta menyenangkan hatimu dengan keadaan musuhmu dan memperlihatkan pembalasan itu di depan matamu," begitu puji Rasul.

Setelah wafatnya Rasulullah, Ummu Umarah ikut berperang bersama Abu Bakar Ash Shiddiq dalam memerangi nabi palsu bernama Musailamah Al-Kadzdzab. Perang itu dinamakan perang Yamamah.

Ummu Umarah pun turut serta dalam pasukan itu. Di perang itulah tangan Ummu Umarah terpotong dan menderita sebelas luka lainnya. Di perang itu juga Ummu Umarah kehilangan putranya, Habib bin Zaid. Namun demikian Ummu Umarah berhasil mengalahkan Musailamah Al-Kadzdzab. Dengan luka di sekujur tubuhnya, akhirnya Ummu Umarah meninggal dunia tak lama kemudian.


from Aku Islam http://ift.tt/2hsfFas
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Pelajaran Untuk Komandan, Bagikan !

Pelajaran Untuk Komandan
Abu Nawas pernah ditangkap karena dianggap telah berani membohongi komandan kerajaan. Namun ketika diserahkan kepada panglima kerajaan untuk diadili, Abu Nawas malah dibebaskan dan panglima itu minta maaf. Abu Nawas pun memberikan pelajaran kepada komandan yang menangkapnya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Pada suatu sore Abu Nawas tengah duduk santai di teras rumahnya. Namun beberapa saat kemudian datang seorang komandan dan beberapa prajurit. Komandan itu bertanya kepada Abu Nawas, "Menurut pendapatmu, di mana aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di sekitar sini?"

"Kalau tidak salah di sebelah sana," tunjuk Abu Nawas.

"Di mana tempat itu?" tanya seorang prajurit yang masih berada di atas kuda dengan sikap yang agak sombong.

"Pergilah ke arah sana, Lurus terus tanpa belok. Kau akan mendapati tempat untuk bersenang-senang." jelas Abu Nawas.

DITANGKAP

Rombongan prajurit itu pun berangkat menuju tempat yang ditunjuk oleh Abu Nawas. Setelah beberapa saat, kagetlah mereka semua, ternyata tempat yang mereka cari tak ditemukan kecuali sebuah komplek kuburan yang luas. Tentu saja mereka sangat geram. Segera pasukan berkuda itu kembali ke tempat Abu Nawas.

"Hai anak muda, keluarlah kau. Kenapa kau berani membohongi kami, siapakah engkau?" tanya komandan dengan muka masam.

"Aku adalah 'Abdi'," jawab Abu Nawas tenang.

"Prajurit tangkap dia," seru komandan.

Bergegas dua orang prajurit menangkap Abu Nawas dan menyeretnya ke perkemahan mereka. Rupanya Abu Nawas hendak dihadapkan pada pimpinan mereka.

"Panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang telah berani membohongi pasukan kerajaan. Alangkah lancangnya orang ini karena sudah berani berbohong?" jelas komandan pada panglima.

Panglima bersikap biasa dan dia bahkan memerintahkan kepada para prajurit untuk melepaskan borgol Abu Nawas. Kemudian panglima pun mendekati Abu Nawas.

"Tuan, Abu, maafkan perbuatan anak buahku di sini," kata panglima dengan santun.

Lelaki gagah itu memang sudah kenal dekat dengan Abu Nawas karena khalifah sering mengundang Abu Nawas ke istana. Betapa terkejutnya komandan dan para prajurit yang bersamanya. Sikap sombong mereka berganti rasa takut.

"Kebohongan apa yang mereka sangka kepada tuan Abu?" tanya panglima dengan sangat santun.

"Mereka memintaku untuk menunjukan di mana tempat bersenang-senang. Tentu saja aku tunjukan kuburan, sebab tempat itu lebih baik bagi orang-orang yang taat pada Allah. Di sana dia akan mendapatkan hidangan dari Allah, terbebas dari fitnah, dan kejahatan manusia serta makhluk lainnya," Jawab Abu Nawas dengan tenang.

MINTA MAAF

"Kenapa tuan tidak berterus terang kepada kami kalau tuan adalah Abu Nawas? sehingga kami tidak menangkap tuan?" tanya komandan dengan santun dan agak takut.

"Apakah aku berkata bohong? Bukankah aku berkata jujur kepada kalian bahwa aku seorang 'Abdi', Setiap orang adalah Abdi Allah, termasuk kalian semua," jawab Abu Nawas membela diri.

Sang komandan dan anak buahnya jadi malu. Akhirnya panglima meminta maaf atas perbuatan anak buahnya.


from Aku Islam http://ift.tt/2yt5lpP
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Rakus Harta, Berakhir Gila, Bagikan !

Rakus Harta, Berakhir Gila
Astagfirullah...! Karena kecintaannya kepada harta yang luar biasa, salah satu warga Kota Pemekasan, sebut saja Syam, menjadi gila. Berikut ini kisahnya.

Ilustrasi Seorang Dalam Kondisi Stres ( Foto @Source )

Syam memang lahir dari keluarga yang sederhana, namun semasa kecil hingga ia remaja semua kebutuhannya cukup terpenuhi oleh kedua orang tuanya dan dia menjadi anak yang baik dan sangat dicintai oleh kedua orang tuanya.

Tapi setelah dia lulus dari sekolah tingkat menengah atas, Syam memilih untuk bekerja ke Surabaya. Sayang ia tidak berhasil dan pulang lagi ke kampung.

Tak ingin hidup susah, ia pun memaksa orangtuanya menjual tanahnya untuk ongkos bekerja ke Malaysia. Meski awalnya dilarang, akhirnya ia bisa pergi dengan janji akan mengembalikan uang hasil jual tanah jika sudah sukses di Malaysia nanti.

Bulan-bulan pertama semasa bekerja di Malaysia Syam masih selalu menghubungi kedua orang tuanya. Terkadang ia mengirimkan uang kepada orangtuanya juga. Tentu kedua orang Syam sangat senang, mereka menyangka bahwa anaknya telah bekerja dengan baik.

Namun memasuki bulan kelima, Syam sudah jarang berkomunikasi dengan keluarganya. Bahkan Syam sudah tak lagi mengirim uang untuk kedua orang tuanya dengan seribu macam alasan kesulitan rezeki di Malaysia.

Padahal menurut beberapa teman Syam yang berada di tempat bekerja yang sama, Syam memiliki banyak uang. Ia menyimpang uangnya sendiri di sana.

Tapi tahun-tahun pun berlalu, Syam pun tak lagi berkomunikasi dengan keluarganya, sehingga praktis keluarganya hanya mengetahui informasi tentang Syam di Negeri jiran tersebut melalui tetangga-tetangganya yang keluarganya juga bekerja di Malaysia.

CUEK PADA SESAMA

Tapi akhirnya Syam pun pulang, dan disambut gembira oleh keluarganya. Mereka berharap kedatangannya membawa banyak uang dan hadiah.

Hingga pada suatu ketika, orang tuanya butuh uang untuk biaya pernikahan adiknya. Ternyata, Syam tidak memberinya.

"Kalau begitu bapak mau pinjam uangmu, untuk biaya pernikahan adikmu," ucap bapaknya ketika itu kepada Syam.

Ternyata Syam mengaku tidak punya uang kepada kedua orang tuanya. Padahal mereka tahu kalau Syam diam-diam ternyata telah membeli beberapa perhiasan sebagai investasi, dan Syam pun juga telah membeli sebidang tanah di luar desanya.

Akhirnya kedua orang tuanya hanya pasrah, sementara untuk membiayai pernikahan anak perempuannya mereka menggadaikan sebidang tanah satu-satunya yang dimiliki.

STRES LALU GILA

Sejak saat itulah, Syam pun sudah tidak peduli lagi pada kesulitan-kesulitan kedua orang tuanya dan keluarganya. Hingga pada akhirnya Syam pun telah menemukan calon istri yang sangat ia cintai. Akhirnya Syam pun berencana untuk menikahinya. Rencana tersebut pun disetujui oleh kedua orang tuanya.

Syam pun tampak sangat senang dan dia pun mulai menjual beberapa perhiasannya, untuk biaya pernikahan dan keluarganya nantinya. Bahkan Syam pun sudah berencana ingin membangun rumah di tanah yang ia beli. Tapi saat itulah awal kehancuran Syam dimulai.

Ketika hendak menikah, uang hasil penjualan perhiasannya tiba-tiba saja hilang dan Syam pun mengamuk memarahi semua orang yang ia temui. Ia pun tak mau menyapa adik-adiknya lagi karena ia mengira adiknyalah yang mencuri uang tersebut. Bahkan hampir saja terjadi perkelahian antara Syam dengan Bapaknya, karena Syam memukuli adik-adiknya hingga luka-luka.

Setelah peristiwa itu, orang tua Syam berjanji akan mengembalikan uang Syam yang hilang. Syam pun kembali menjadi tenang, sementara untuk biaya pernikahannya Syam menggunakan uang tabungannya yang masih tersisa.

Rencana pernikahan Syam akan berlangsung meriah dan cukup mewah untuk kalangan masyarakatnya. Rencana pernikahan itu pun berjalan lancar dan Syam pun untuk sementara tinggal dirumah mertuanya.

Tapi petaka kembali terjadi, baru dua hari Syam tinggal bersama istrinya, ia juga nyaris terlibat perkelahian dengan mertuanya karena Syam juga memukul istrinya hingga wajahnya memar. 

Istrinya pun lari dari rumahnya dan tak ingin bertemu lagi dengan Syam. Syam pun diusir dari rumah mertuanya.

Dengan sikap dendam dan amarah yang besar, Syam pulang ke rumahnya, tapi dia tak mau berbicara dengan siapa pun.

Semakin hari kondisi Syam semakin parah. Ia kerap kali tertawa sendiri di kamarnya. Kadang-kadang ia menangis, tapi lain hari Syam seperti orang yang sudah sembuh dan sadar. Ketika itulah istrinya pun minta cerai karena tak ada lagi jalan damai. Akhirnya mereka pun bercerai. Syam pun semakin stres dan akhirnya gila.


from Aku Islam http://ift.tt/2hpC1x3
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Berita Kali ini : Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah, Bagikan !

Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah
AkuIslam.id - Khalifah Umar bin Khattab punya gaya kepemimpinan yang khas. Ia lebih memilih hidup sederhana dan mengedepankan kepentingan rakyatnya. Salah satu bukti teladan kepemimpinan itu ia lakukan ketika negerinya dilanda musibah. Berikut ini kisahnya.

Ilustrasi Seorang Janda Dalam Kisah Umar bin Khattab ( Foto @U-Report )

Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, terjadilah Tahun Abu Yakni, masyarakat Arab mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun sehingga pepohonan mengering dan tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Melihat musibah itu, tak sedikit rakyat di negeri itu putus asa. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya seksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih unta untuk membagikan dagingnya kepada rakyatnya.

Tak cukup membagikan daging saja, hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Suatu malam ia ditemani salah seorang sahabatnya blusukan ke kampung-kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.

Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah gubuk reot, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin Khattab dan Aslam bergegas mendekati gubuk itu.

Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menunggui sebuah panci yang terletak di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.

"Assalamualaikum," Umar memberi salam.

Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.

"Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu? Apakah ia sakit?" tanya Umar.

Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, "Dia anakku, ia kelaparan."

MEMASAK BATU

Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan gubuk sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya. KArena tak tahan, akhirnya Umar berkata, "Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Lemapa tidak matang-matang, juga masakanmu itu?"

Ibu itu menoleh dan menjawab, "Hmmmm kau lihatlah sendiri."

Umar dan Aslam segera menjenguk kedalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat beberapa batu di dalam panci tersebut. Umar berteriak, "Apakah kau memasak batu?"

Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, "Aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum," ujar ibu itu yang tak menyadari bahwa ia sebenarnya berbicara di depan Khalifah Umar.

Ibu itu melanjutkan lagi, "Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rezeki, namun ternyata tidak. Sesudah Magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.

"Mendengar penuturan si ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah."

Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu. Akhirnya dengan perjuangan keras, sekarung gandum itu sampai juga pada tangan si ibu. Si ibu senang menerimanya. Begitu pula Khalifah Umar senang melihat si ibu dan anaknya tidak kelaparan lagi.


from Aku Islam http://ift.tt/2hpC2kB
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
Share:

Archive

Definition List

Unordered List

Support