This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Info Unik. Show all posts
Showing posts with label Info Unik. Show all posts

Benarkah Lailatul Qadar Terjadi 9 Juni 2018?

Menjadi satu kebahagian bagi kaum mukmin karena tahun ini masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, selama sebulan penuh Allah SWT memberikan keberkahan, ampunan dan kemuliaan. 

Dibanding bulan lainnya, Ramadhan memang memiliki banyak keistimewaan. Bahkan, ada satu hari dimana kemuliaannya lebih besar dibanding seribu bulan. Pada hari istimewa itu, terjadilah malam Lailatul Qadar. Tapi kehadirannya adalah sebuah kerahasiaan.

Namun Imam Al-Ghazali membuat rumus menemukan malam Lailatul Qadar. Berdasarkan rumus tersebut malam mulia ini terjadi pada 25 Ramadhan atau bertepatan dengan 9 Juni 2018. Berikut penjelasannya.

Dalam kitab Ihya Ulumudin, Imam Al-Ghazali menjabarkan formula dalam menemukan malam Lailatul Qadar. Setidaknya ada lima hal yang menjadi patokan untuk mengetahui keberadaan malam mulia tersebut.

Konon katanya, rumus ini teruji dari kebiasaan para tokoh ulama yang telah menemui Lailatul Qadar. Menurut Imam Al Ghazali, Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan atau malam pertama bulan Ramadan :
  1. Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadan
  2. Jika malam pertama jatuh pada Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadan
  3. Jika malam pertama jatuh pada Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan
  4. Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan
  5. Jika malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan.
 Jika merujuk pada kaidah ini, berarti malam Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan atau tanggal 9 Juni 2018, karena awal Ramadan adalah malam Kamis, 16 Mei 2018. 

Silakan percaya atau tidak. Wallahu A'lam Bishawab, Dan Allah lebih tahu atau Yan Mahatahu/Maha Mengetahui. Karena tidak ada yang tahu pasti datangnya malam mulia ini. Pasalnya dikatakan bahwa malam ini datangnya seperti misteri. Yang terpenting, Nabi Muhammad SAW sudah memberikan clue agar umatnya menghidupkan malam ganjil pada sepuluh malam terkahir di bulan Ramadhan. Yakni pada malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29 pada bulan Ramadhan.

Hikmahnya pada sepuluh malam terakhir ini umat Nabi Muhammad SAW semakin banyak menghidupkan malam dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. Bukankah setiap ibadah pada Ramadhan bernilai pahala berlipat ganda?

Sehingga tidak ada ruginya jika menghidupkan sepuluh malam terakhir tersebut. Jika Allah SWT belum menghendaki kita mendapatkannya, maka berprasangka baik saja. Berusaha memantaskan diri agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar tahun depan. Semoga tetap diberikan kesempatan untuk dapat bertemu Ramadhan selanjutnya. Aamiin ya Allah...


from Info Unik https://ift.tt/2JenzRd
Wiwik Setiawati https://ift.tt/2sD29Gp Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Inilah Denda Jika Pasangan Berjimak Pada Siang Ramadhan

Berjimak atau melakukan hubungan biologis bagi pasangan suami istri memang dihalalkan. Namun hal itu terlarang jika dilakukan pada siang Ramadhan.  Tindakan ini membatalkan puasa yang sedang dijalankan.

Selain membatalkan, ternyata ada konsekuensi lain yang harus ditanggung oleh pasangan. Ini menjadi bentuk besarnya dosa orang berpuasa yang melakukan hubungan suami istri di siang Ramadhan.

Akibatnya mereka harus membayar denda jika ingin terhindar dari dosa. Mulai dari membebaskan budak, puasa dua bulan tanpa putus, dan memberi makan 60 orang miskin. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Denda atau kafarat di atas memang dirasa cukup berat. Namun hal ini tentu sebanding dengan pahala yang Allah SWT berikan atas kemampuan hamba-Nya menahan nafsu duniawi saat berpuasa.
Seperti diketahui jika ibadah puasa adalah ibadah yang dilakukan untuk Allah SWT, sehingga Dia akan membalasnya dengan balasan yang istimewa. Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata,

“Rasulullah sallallahu’alai wa sallam bersabda, "Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."

Salah satu godaan ketika berpuasa saat berumah tangga adalah melakukan hubungan biologis. Tidak hanya membatalkan puasa, tindakan ini juga mendatangkan denda bagi mereka yang melanggarnya.

Dari Abi Hurairah ra, bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ”Celaka aku ya Rasulullah”. “Apa yang membuatmu celaka?“ "Aku berhubungan seksual dengan isteriku di bulan Ramadhan.” Nabi bertanya, ”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak?“ “Aku tidak punya.” “Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturut-turut?” ”Tidak.” “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin?“ ”Tidak.” Kemudian duduk. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata, ”Ambilah kurma ini untuk kamu sedekahkan.” Orang itu menjawab lagi, ”Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku.” Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda, ”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.” (HR Bukhari: 1936, Muslim: 1111, Abu Daud 2390, Tirmizy 724, An-Nasai 3115 dan Ibnu Majah 1671).

Dari ketiga jenis denda tersebut, para ulama masih banyak berselisih apakah ketiganya harus dilakukan semuanya atau hanya dipilih salah satu saja. Misalnya, jika mereka mampu membebaskan budak maka denda itu yang dilakukan. Jika tidak, pilihannya puasa dua bulan berturut-turut. Dan kalau tidak mampu juga, kemudian pilihan ketiga, yaitu memberi makan enam puluh orang miskin.

Ibnu Al Mulaqqin mengatakan jika para pelanggar diwajibkan untuk membayar keseluruhan dari denda yang disebutkan Nabi Muhammad SAW. Pertama berkewajiban membebaskan budak, berpuasa dua bulan tanpa putus, kemudian memberi makan 60 fakir miskin dan tidak diberi hak memilih salah satunya. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, berbeda dengan yang ditulis dalam kitab Al Mudawanah (Al I’lam (5/220))

Namun Menurut Ibnu Daqiqi Al ‘Id, dalil kewajiban tertib urut (dalam kafarat ini) adalah tertib urut dalam pertanyaan Nabi. Pernyataan Beliau pertama kali, apakah kamu bisa mendapati budak untuk dimerdekakan? Kemudian diurutkan dengan puasa setelah membebaskan budak, kemudian memberi makan setelah puasa (Al Ihkam (2/15)).

Sedangkan Ibnu Hajar menyatakan, pendapat wajibnya tertib urut dikuatkan juga dengan kenyataan, jika hal ini lebih hati-hati, karena mengamalkannya (secara tertib) itu sah, baik kita berpendapat boleh memilih salah satunya atau tidak boleh (Al Fath (4/164))

Beratnya denda yang harus dibayar ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi setiap pasangan. Bagi sebagian orang kondisi ini memang berat. Namun tahu kah anda jika sebelumnya justru ada larangan melakukan hubungan suami istri selama satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Namun, Allah SWT maha mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya.

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.


from Info Unik https://ift.tt/2xf63uk
Wiwik Setiawati https://ift.tt/2LyCmaT Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Siksa Penghuni Neraka yang Paling Ringan

Neraka adalah tempat yang diperuntukkkan bagi manusia yang melanggar perintah Allah SWT. Dijelaskan dalam Alquran dan hadist bahwa di sana, seorang hamba akan menerima balasan atas perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia.

Di neraka, siksaan akan diterima sesuai dengan dosa-dosa yang sudah diperbuat. Jika dosa yang dilakukan terhitung besar, maka besar pula siksaannya. Namun, jika dosa yang dilakukan tergolong kecil, akan mendapatkan siksaan yang ringan pula.

Namun jangan beranggapan jika hukuman kecil ini layaknya hukuman penjara di dunia. Karena siksaan paling ringan di penjara neraka bisa jadi ribuan kali sakitnya jika dibandingkan penjara dunia. Seperti apa siksa penghuni neraka yang paling ringan?

Di neraka akan ada disiksa mulai dari yang ringan sampai yang berat. Konon, mereka yang mendapatkan siksaan paling ringan saja nantinya merasa paling berat dan tidak sanggup menahannya.
Nabi Muhammad SAW hadir membawa kabar gembira dan peringatan. Kabar gembiranya adalah orang-orang shaleh dan shalehah nantinya akan mendapat balasan surga. Sebaliknya, mereka yang menentang dan melanggar perintah Rabb-nya akan masuk ke dalam neraka.

Di neraka, yang ada hanyalah siksa. Tiada hari yang akan dilalui seorang manusia tanpa siksaan disana. Malaikat penjaga neraka tanpa ampun akan menyiksa manusia baik dari siksa yang berat maupun ringan. Adapun siksaan yang berat itu tetap membuat manusia begitu kesakitan.

Dari An-Nu’man bin Basyir dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalah seseorang yang dipakaikan sepasang terompah yang terbuat dari api hingga otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya air yang sedang direbus”

Pada saat itu orang tersebut mengira bahwasanya dialah orang yang mendapat siksaan yang paling pedih, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya. (HR Muslim)

Meskipun dikabarkan dengan jelas bagaimana pedihnya siksa yang akan diterima, namun tetap saja, manusia tidak takut dalam berbuat dosa. Bahkan, terkadang sebagian justru bangga sudah melanggar larangan-Nya.

Pada momentum Ramadhan ini, mari jadikan setiap detiknya untuk memohon ampun atas segala dosa yang sudah diperbuat. Berdoalah saat ini selagi masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertaubat.

Karena tiada doa yang paling sia-sia selain doanya para penghuni neraka. Meski dia sangat serius, khusuk dan sepasrah apapun doa yang sudah dilakukan, tetap tiada ampunan yang akan didapatkan. 


from Info Unik https://ift.tt/2IHyna7
Wiwik Setiawati https://ift.tt/2s2IYWV Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Amalan Ini Datangkan Banyak Pahala Saat Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dibanding bulan lainnya. Allah SWT melimpahkan begitu banyak kebaikan, dipenuhi dengan ampunan, serta pahala yang dilipatgandakan.

Tentu bagi muslim beriman ini menjadi momentum untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mendapatkan pahala yang diridhai oleh-Nya.

Diantara begitu banyak amalan yang mendatangkan pahala, ada satu ibadah yang pahalanya sangat banyak dibanding amalan lainnya. Tidak heran jika dahulu Nabi Muhammad SAW dan sahabat siang dan malan melakukan amalan ini. Lantas apa amalan tersebut?

Ternyata amalan yang mendatangkan banyak pahala saat bulan Ramadhan adalah membaca Alquran. Pasalnya setiap satu huruf yang dibaca, bernilai pahala yang dilipatgandakan. Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Tidak heran, jika Nabi Muhammad SAW sangat senang tatkala Ramadhan mengisinya dengan membaca Alquran. Bahkan, sang Nabi juga betah berlama-lama shalat dengan memperpanjang bacaan surahnya.

Nabi juga bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468)

Namun, tidak ada kewajiban bagi muslim untuk mengkhatam Alquran pada bulan Ramadhan. Hanya saja, disarankan untuk melakukannya agar mendapatkan pahala berlipat ganda. Kebaikannya untuk kita sendiri bukan. Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa bukanlah perkara yang wajib. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan” (Majmu’ Fatawa wa Rasail 20/516).

Semoga kita semakin dekat dengan Alquran. Setiap hari selama Ramadhan, selalu bergaul dengannya, layaknya kita bermain dengan smarphone yang kita miliki. Begitu pula dengan Alquran. Semoga artikel ini bermanfaat terimakasih sudah membaca.


from Info Unik https://ift.tt/2KNl0pr
Wiwik Setiawati https://ift.tt/2s2J3tH Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Saat Kiamat, Kaum Ini Digiring dengan Api yang Memenuhi Perut

Kiamat merupakan peristiwa kehancuran alam semesta menuju akhirat yang kekal. Setelah dunia tidak lagi ada makhluk, maka Allah SWT akan membangkitkan untuk dikumpulkan di Padang Mahsyar.

Pada hari kebangkitan ini, manusia akan dihidupkan dengan rupa sesuai dengan amalannya di dunia. Ada yang dibangkitkan dengan rupa terbaiknya, namun ada pula yang bangun dengan kondisi mengerikan.

Salah satunya, ada kaum yang berjalan dengan api yang memenuhi perut. Mereka digiring dari kubur dengan wajah hitam kelam, mata melotot dan perutnya penuh dengan api. Apa sebenarnya dosa kaum ini? Berikut ulasannya.

Setelah terjadinya peristiwa kiamat, maka manusia akan dibangkitkan sesuai dengan amalan mereka lalu digiring ke Padang Mahsyar. Nantinya, manusia akan dikelompokkan menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai macam rupa dan bentuk yang berbeda-beda. Rupa mereka, sesuai dengan amal ibadahnya selama di dunia.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat An-Naba:18 yang artinya: "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok," [QS. An-Naba ayat 18]

Salah satu kelompok tersebut adalah mereka yang dibangkitkan dari dalam kubur dengan wajah hitam, bola matanya biru dan perut penuh dengan bara api. Ternyata, dosa kaum ini adalah suka memakan harta anak yatim, dengan cara yang tidak sah. Mereka meninggal, dalam kondisi belum sempat bertaubat kepada Allah. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." [QS. An-Nisa ayat 10]

Anak Yatim adalah anak laki-laki maupun perempuan yang ditinggal mati ayahnya sebelum usianya baligh. Mereka terpisah dari orang yang mencarikan penghidupan untuk melanjutkan kehidupannya.

Memang, tidak semua anak yatim  ini miskin harta. Terkadang mereka memiliki harta peninggalan ayahnya. Harta tinggalan ayahnya menjadi amanah yang luar biasa besar bagi siapa pun yang menyantuni mereka.

Tidak jarang, mereka yang dipercaya justru tidak amanah. Mereka menggunakan harta-harta tersebut bukan untuk mengurusi anak yatim tersebut, namun justru untuk kepentingan pribadinya. Tidak jarang, mereka malah menuntut hak-hak yang sebenarnya bukan menjadi hak mereka.

Allah SWT sudah menjelaskan dalam Alquran, bahwa manusia dilarang mendekati harta anak yatim dengan cara yang dzolim.

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.) (QS. Al-An’am [6] : 152).

Allah SWT justru memerintahkan kita, agar senantiasa melindungi anak yatim, memperhatikan mereka dan menyayanginya.

“Rumah yang paling baik di kalangan kaum muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada anak yatim dipelihara dengan baik-baik. Dan rumah yang paling jelek di kalangan muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada anak yatim diperlakukan dengan jelek.( Hadits riwayat Ibnu Majah)”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga seperti ini”, setelah itu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk serta jari tengahnya sambil merenggangkan kedua jari tersebut”. (Hadits Riwayat Bukhari )

Begitulah azab manusia di akhirat ketika dzolim terhadap harta anak yatim. Semoga informasi ini menambah pengetahuan dan pelajaran. Aamiin.


from Info Unik http://ift.tt/2FyitgN
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2FHqEuk Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Amalan untuk Raih Seribu Kebaikan dalam Sehari

Setiap hari, manusia dalam hidupnya selalu ingin mendapatkan kebaikan. Bisa berupa pekerjaan yang yang sesuai dengan harapan, lingkungan yang ramah dan banyak teman, serta keluarga yang selalu dalam kondisi berkecukupan.

Akan tetapi, tidak setiap hari harapan sesuai dengan kenyataan. Ada kalanya, dalam sehari orang-orang justru jauh dari kebaikan. Untuk mendapatkan satu kebaikan saja, membutuhkan usaha yang begitu keras dan penuh perjuangan.

Namun tahu kah Anda jika ternyata kita bisa meraih seribu kebaikan dalam sehari dengan sangat mudah. Caranya adalah dengan mengamalkan salah satu lafadz dzikir berikut  ini sebanyak seratus kali. Lafadz dzikir apa yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya. Dia memberikan cara mudah agar ciptaan-Nya bisa dengan mudah mendapat kebaikan dan menghapus dosa-dosa. Namun tidak banyak yang tahu bahwa ada cara mudah yang diajarkan untuk menggapai kebaikan sampai seribu jumlahnya.

Caranya adalah dengan mengucapkan dzikir tasbih sebanyak seratus kali setiap hari. Maka Allah SWT akan memberikan seribu kebaikan untuk mereka yang senantiasa mengingat-Nya. Hal ini sudah dijelaskan Nabi Muhammad SAW.

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, Beliau berkata, “Kami berada di sisi Rasulullah SAW. Setelah itu Beliau bertanya,’Apakah mampu salah seorang dari kalian memperoleh seribu kebaikan dalam sehari”

Lalu salah seorang dari sahabat bertanya “Ya Rasulullah bagaimana mungkin seseorang akan mampu meraih seribu kebaikan dalam sehari?”

Rasul berkata,”Ketahuilah bahwa orang yang bertasbih seratus kali akan dicatat seribu kebaikan untuknya dan dihapus seribu kesalahan darinya.” (HR. Muslim 8/71)

Adapun lafadz dari dzikir Tasbih berbunyi “subhaanallah”, yang artinya Maha Suci Allah. Ini memiliki makna jika Allah Maha Suci dan bersih dari berbagai persangkaan dan tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan sekutu. Tasbih ini juga memiliki tujuan yang lebih dalam bagi manusia untuk lebih merasakan keagungan sang pencipta.

Janganlah menilai kebaikan hanya dengan angka-angka yang ada di dunia saja. Sehingga kita terlupa jika sebenarnya kita membutuhkan bekal saat menuju ke akhiratnya. Kalimat subhanallah sangat mudah sekali diucapkan, namun dalam praktiknya masih susah di jalankan. Semoga informasi ini bermafaat dan terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2tBjaV6
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2FDmP9v Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Sandal Ini Pernah Sampai ke Singgasana Allah SWT

Singgasana Allah atau ‘Arsy merupakan makhluk terbesar yang diciptakan oleh-Nya. Allah SWT menyebut dalam berbagai ayat jika Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Para malaikat tidak boleh masuk ditempat yang suci ini.

Tempat ini adalah batas akhir dari seluruh Makhluk. Namun, sandal berikut pernah sampai ke singgasana yang maha suci. Sandal ini hanya terbuat dari kulita kambing, talinya bersatu pada bagian depan dan terjepit di antara dua jari kaki.

Siapa pemilik sandal ini? Ternyata, sandal tersebut adalah milik Rasulullah SAW. Tatkala Nabi Musa AS harus membuka sandalnya ketika ingin bertemu dengan Allah, maka Nabi Muhammad SAW diperbolehkan membawa apa yang dipakainya. Seperti apa kisahnya?
Sandal Rasulullah SAW memiliki kemuliaan tersendiri. Namun bukan berarti sandal ini lebih mulia dari pada manusia atau malaikat. Namun karena martabat Rasulullah SAW sangat tinggi, sehingga apapun yang berkaitan  dengan beliau terbilang sangat mulia. 

Ketika Anas ditanya tentang Sandal Beliau, "Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?" Anas ra. menjawab : "Kedua belahnya mempunyai tali qibal"  (tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki)

Kisah saat sandal  Sang Baginda Rasulullah SAW sampai ke singgasana Allah ini terjadi pada saat peristiwa Isra Miraj, untuk menjemput perintah shalat. Ketika itu, malaikat Jibril menjemput Nabi Muhammad untuk ikut bersamanya ke hadhratullah.  Diriwayatkah dalam Assyifa oleh Hujjatul Islam Al Qadhi’iyad alaihi rahmatullah bahwa di saat itu Rasulullah SAW menceritakan:

"Saat aku naik menuju Mi’raj aku melihat di langit itu para malaikat gemuruh dengan dzikir dan tasbih dan warna dan bentuk yang belum pernah aku lihat di permukaan bumi belum pernah ada warna seperti itu dan bentuk seperti itu dan kulihat hamparan Surga itu bentangan tanahnya adalah Misk yang di keringkan, minyak wangi yang mengering dari indahnya di campur dengan berlian dan juga mutiara dan kemudian aku sampai menembus Muntahal khalai’iq (batas akhir seluruh Makhluk).

Di Sidratul Muntaha ini terdengarlah suara yang berseru kepada beliau, “Wahai Muhammad SAW, masuklah.” Nabi Muhammad s.a.w kemudian diangkat melewati Sidratul Muntaha dan ditutupi awan. Jibril tertinggal.

Nabi Muhammad SAW berseru kepada Jibril, “Ikutlah bersamaku.” Jibril berkata, "Engkau dan Tuhan engkau saja." Nabi Muhammad s.a.w. berkata lagi, "Adakah di sini sahabat hendak meninggalkan sahabatnya?"

Jibril menjawab, “Inilah saja tempatku, jika aku melintasi kawasan ini niscaya aku akan terbakar dengan cahaya.” Malaikat Jibril tidak mampu melintasi lebih tinggi lagi. Hanya orang yang diizinkan oleh Allah SWT yang dapat melintasi sidratul muntaha.

“Tidak lagi kudengar satu suara, sepi dan senyap, tidak ada lagi bentuk dan warna warni dan saat itu akupun mendengar satu suara" Nabi kemudian tiba di hadapan Arsy (singgasana Allah). Beliau tidak diperintahkan untuk membuka kedua sandalnya. Allah SWT kemudian memberikan perintah untuk menjalankan sholat.

Semasa hidupnya, tidak ada yang tahu entah berapa kali sang Baginda mengganti sandalnya. Namun yang pasti, salah satu sandalnya kini tersimpan  di salah satu ruangan rahasia di dalam Museum Negara Topkapi Istanbul, Turki.


from Info Unik http://ift.tt/2FyuAOf
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2Hgyqc0 Sumber artikel http://www.infoyunik.com
Share:

Inilah Hukum Melawak dalam Islam

Di tengah penatnya aktivitas sehari-hari, tubuh sangat membutuhkan rileksasi. Selain mandi, biasanya orang akan mencari aktivitas untuk menghibur diri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara jalan-jalan sore hari, berkumpul dengan teman untuk ngopi, atau sekedar menonton televisi.

Beberapa aktivitas ini mampu menghadirkan tawa sehingga stres dapat sedikit mereda. Apalagi jika berkumpul atau melihat orang yang pandai melawak, tentu gelak tawa semakin terbahak. Dengan candaan disertai mimik yang lucu, membuat aktivitas tertawa semakin seru.

Orang  yang pandai melawak ternyata cukup berpengaruh membuat orang disekelilingnya bahagia dengan candaannya. Namun, bagaimana menurut pandangan Islam? Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya mencari tahu bagaimana hukumnya. Berikut ulasannya.

Kemampuan melawak tidak dimiliki oleh banyak orang. Membuat orang yang melihat tertawa ternyata membutuhkan usaha dan kerja keras. Bahkan, kini panggung hiburan sudah menghadirkan program-program untuk mencetak para pelawak. Mereka yang bisa membuat orang tertawa dan terbahak paling keraslah yang akan menjadi top dan populer.

Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap aktivitas melawak ini? Bukankah mereka membuat orang lain menjadi tertawa bahagia? Adanya mereka, mampu menghilangkan kepenatan karena bisa tertawa.

Rasulullah SAW dalam hadistnya pernah berkata: “Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” HR At-Tirmidzi no. 2305

Dalam penggalan hadist lainnya Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis” . [HR. Muslim, no. 2359]

Hadist ini Beliau sampaikan tatkala bercerita tentang pengalamannya saat melihat Surga dan Neraka.

Lantas, apakah tidak boleh seseorang melawak dan membuat orang lain tertawa? Ternyata agama Islam tidak melarang umatnya untuk melawak. Bahkan Rasulullah SAW sering bercanda atau melawak. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, para sahabat pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Ya Rasulullah! Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.”

Beliau pun berkata: “Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang haq (benar). HR At-Tirmidzi no. 1990

Salah satu candaan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut: Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: (35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. (36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah) (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah SAWA bercanda, namun tetap mengutamakan kejujurannya. Pasalnya, Islam membenci kedustaan dan kemunafikan dalam bergaya. Sehingga barang siapa yang memancing suasana agar semua tertawa walaupun dengan cara berdusta, maka ia terkena ancaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat; tidak diucapkan kecuali untuk membuat orang lain tertawa, maka ia terhempas ke dalam jurang jahannam sedalam antara langit dan bumi. Dan sungguh terpelesetnya lisan, lebih berat daripada seseorang terpeleset kakinya”. Imam Muhammad at-Tibrizi

Dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Celakalah bagi seseorang yang bercerita dengan suatu cerita, agar orang lain tertawa maka ia berdusta, maka kecelakaan baginya, kecelakaan baginya. Imam at-Tirmdzi

“Seorang hamba tidak beriman dengan sempurna, hingga ia meninggalkan berkata bohong saat bercanda dan meninggalkan debat walau ia benar.” (HR. Ahmad).

Di zaman kini seseorang berusaha keras untuk bisa membuat orang tertawa. Bahkan bahan-bahan materi untuk membuat orang terbahak sudah disiapkan sebelumnya. Namun, dalam candaannya tidak jarang yang tidak memperhatikan aturan. Sebagian dari mereka berbohong, bahkan mengolok-olok rekan atau dirinya sendiri.

Bahkan, saat ini banyak pelawak yang mengolok-olok agama Allah demi memancing orang lain bisa tertawa. Tidak jarang, mereka adalah seorang Muslim yang seharusnya melakukan hal tersebut.

“(65) Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (66) Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah : 65-66)

Berdasarkan ayat ini, orang yang menghina ajaran Islam terancam untuk keluar dari agama Islam, disadari maupun tidak. Oleh karena itu, sebagai muslim jangan sampai kita menganggap remeh permasalahan-permasalahan seperti ini.


from Info Unik http://ift.tt/2mltyKF
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2qQgh1o Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Musa Untuk Jalani Kehidupan

Nabi Musa As merupakan salah seorang nabi pilihan Allah SWT yang namanya banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Perjalanan hidup beliau terekam jelas di dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Kisah beliau melawan Raja Fir’aun dan memiliki mukjizat yakni bisa membelah lautan menjadi yang paling fenomenal.

Kisah tersebut mungkin sudah kita dengar ketika duduk di bangku sekolahan. Namun ternyata tidak hanya kisah itu saja yang bisa kita ketahui dari beliau. Nabi Musa adalah salah satu utusan Allah yang senantiasa menjalankan dakwah untuk menyebarkan agama Islam.

Di dalam perjalanan hidupnya beliau tidak pernah lupa untuk selalu berdoa kepada Allah. Bahkan di antara doa yang pernah dipanjatkannya, ada yang bisa kita amalkan untuk jalani kehidupan sekarang ini. Doa apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Doa Nabi Musa untuk Kebaikan Jodoh dan Pekerjaan
Doa pertama yang bisa kita amalkan dari nabi Musa ialah doa untuk meminta kebaikan jodoh dan juga pekerjaan. Doa tersebut tercantum di dalam Q.S: Al-Qashash: 24 yang berbunyi:

“Rabbi Inniy lima anzalta ilayya min khairin faqir”

Artinya: “ Wahai Tuhanku, sungguh aku sangat faqir atas segala macam kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”

Doa ini cocok dibaca untuk mereka yang berharap bisa segera menikah. Tidak hanya itu saja, doa ini juga bisa dibaca ketika seseorang hendak mencari pekerjaan supaya dimudahkan. Bacalah doa tersebut ketika selesai melaksanakan shalat hajat. Jangan lupa untuk bertawakal dan ikhlas ketika memohon kepada Allah.

2. Doa Nabi Musa Untuk Dimudahkan Segala Urusan
Setiap orang tentu pernah merasakan kesulitan di dalam hidupnya. Tidak hanya itu saja, tentu kita juga pernah merasa putus asa dengan urusan yang ada di dunia. Agar tidak merasa demikian, seringlah berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya. Kita bisa membaca doa yang terdapat dalam Q.S Thoha ayat 25-28 yang berbunyi:

“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qouli”

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

3. Doa Nabi Musa untuk Meminta Pertolongan
Nabi Musa jelas tidak terlepas dari segala masalah ketika menjalani kehidupan di dunia. Salah satunya adalah ketika menghadapi Raja Fir’aun dan para pengikutnya. Untuk itu, beliau senantiasa berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar menolongnya ketika berada dalam keadaan tertentu. Adapun bacaan doa yang sering dilafadz kan tersebut adalah:

“Allahumma lakal hamdu, wa ilaikal musytakaa, wa antal musta’an, wa la haula, wa laa quwata, illa billahil aliyil adhiim”

Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah. Engkaulah tempat meminta pertolongan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung”

Demikianlah informasi mengenai doa Nabi Musa untuk jalani kehidupan. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan segala sesuatu yang kita kerjakan selama di dunia. Bermohonlah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, agar Allah mengabulkan segala keinginan kita.


from Info Unik http://ift.tt/2m6ECtX
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CQRpv1 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Daud yang Penting Bagi Kehidupan

Nabi Daud merupakan salah satu yang diperintahkan untuk memperingatkan kaum Bani  Israil agar kembali ke jalan Allah. Akan tetapi setiap tugas yang diemban tentu memiliki kesulitan tersendiri dan Nabi Daud juga mengalaminya.

Akan tetapi, Allah SWT Maha Baik terhadap hamba-Nya. Untuk memudahkan dakwah yang dilakukan nabi Daud, maka Allah memberikannya beberapa mukjizat kepada beliau. Di antaranya adalah memiliki suara yang merdu, bisa melenturkan besi.

Namun Nabi Daud tidak pernah lupa untuk berdoa kepada Alllah. Beliau kerap berdoa terkait kehidupan yang kemudian banyak dicari oleh manusia pada masa sekarang ini. Lantas doa apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Doa Nabi Daud Agar Suara Merdu
Doa pertama yang sering diucapkan oleh Nabi Daud adalah agar memiliki suara yang merdu. Untuk kita yang ingin memiliki keinginan tersebut bisa mengamalkan doa yang sering dibaca oleh nabi Daud tersebut. Doa ini sendiri berbunyi:

“Allaahumma inni as-aluka shautan khofiifan hasanan qawiyyan ka shauti Nabiyyina Daawuda ‘alaihi salaam”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu suara yang ringan, bagus dan kuat seperti Nabi Daud As.”

Cara mengamalkannya adalah dengan membacanya setiap hari, tiga kali di depan segelas air. Lalu selanjutnya minumlah air tersebut maka air yang telah didoakan tadi akan member energi positif kepada pita suara kita. Akan tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah gunakan suara yang merdu itu untuk melakukan hal yang sesuai perintah Allah dan bukannya untuk sebuah tindakan kemungkaran.

2.  Doa Nabi Daud untuk Melunakkan Hati Seseorang
Selain memiliki suara yang merdu, nabi Daud juga memiliki mukjizat untuk melenturkan besi. Untuk mendapatkan keberkahan ini, beliau senantiasa berdoa kepada Allah. Namun untuk kita manusia biasa, bisa mengambil karomah dari doa ini agar dapat melunakkan atau melembutkan hati seseorang. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

“Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid”

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Kamu melembutkan Daud (akan) besi”

Doa ini bisa diamalkan ketika kita sedang berhadapan dengan orang yang keras hati dan sangat sulit untuk dinasihati. Seperti pasangan yang suka mengajak berdebat dan tidak mau kalah atau anak yang mulai membangkang perintah orangtua.

3. Doa Nabi Daud Agar Cepat Dapat Jodoh

Doa terakhir yang sering diucapkan nabi Daud adalah yang terkait dengan jodoh. Perkara ini sudahlah pasti menjadi hal yang sering dicari oleh manusia zaman sekarang. Doa ini ternyata sangat mustajab bagi mereka yang ingin menikah namun belum mendapatkan jodoh. Lafadz doa tersebut tercantum dalam HR. Tirmidzi 3412.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu, perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai dari pada diriku, keluargaku, serta air dingin.”

Doa ini bisa dibaca ketika kita selesai melaksanakan shalat fardhu dan juga shalat hajat. Jangan lupa berdoanya dengan bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan sungguh-sungguh agar doa tersebut terkabulkan.

Demikianlah informasi mengenai tiga doa Nabi Daud yang penting bagi kehidupan. Nabi dan Rasul memang menjadi tauladan yang baik bagi umatnya. Semoga kita termasuk dalam hamba yang doanya diijabah oleh Allah SWT.


from Info Unik http://ift.tt/2CwdsDX
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CUvpNi Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Lima Orang yang Miliki Kemiripan dengan Rasulullah

Rasulullah SAW merupakan sosok manusia yang miliki kesempurnaan dari Allah SWT. Mulai dari sifat, akhlak hingga seluruh perbuatannya menjadi teladan yang bisa ditiru oleh seluruh umat manusia di muka bumi, terutama untuk kaum muslimin.

Jelas dikatakan bahwa tidak ada yang menyamai akhlak yang beliau perlihatkan semasa hidup di dunia ini karena begitu sempurnanya. Namun apabila dalam hal wajah dan juga fisik, ternyata ada manusia yang memiliki kemiripan dengan beliau.

Orang tersebut berasal dari satu kalangan yaitu Bani Abdi Manaf. Menurut Syaikh Mahmud Al Mishri, ada lima orang yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah. Siapa sajakah lima orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Lima orang yang dimaksud oleh Syaikh Mahmud Al Mishri memiliki kemiripan dengan Rasulullah tersebut di antaranya:

1. Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib
Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib merupakan sepupu Rasulullah dan saudara sepersusuan beliau. Keduanya sama-sama disusui oleh Halimah Sa’diyah secara bersamaa. Kemudian keduanya menjadi sahabat yang kerap bermain bersama.

2. Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib
Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib  juga merupakan sepupu Rasulullah. Ia merupakan anak ke-4 dari Abbas bin Abdul-Muththalib (paman dan sahabat Rasulullah. Dirinya juga pernah menjabat sebagai gubernur di Bahrain pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Tholib. Beliau wafat dan dikuburkan di Samarkand.

3. Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam
Orang selanjutnya yang juga memiliki kemiripan dengan Rasulullah adalah Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam,  dia merupakan kakek dari Imam Syafi’i

4. Hasan bin Ali
Orang selanjutnya ialah Hasan bin Ali. Ia adalah cucu dari Rasulullah SAW dan merupakan anak dari Ali bin Abu Thalib bersama Fatimah Az-Zahra. Dia adalah saudara Husain bin Ali. Hasan dilahirkan dua tahun setelah Hijrah ke Madinah (622 M).

5. Ja’far bin Abu Thalib
Orang terakhir yang dikatakan mirip dengan Rasulullah ialah Ja’far bin Abu Thalib. Dia adalah saudara Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib.Mengenai Ja’far bin Abu Thalib, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya,

“Engkau wahai Ja’far, wajahmu mirip dengan wajahku dan akhlakmu mirip dengan akhlakku.”

Tidak hanya itu, Ja’far juga memiliki kemiripan lainnya dengan Rasulullah seperti riwayat Abu Hurairah: “Tidak ada seorangpun memakai sepatu dan sandal, menaiki kendaraan serta mengendarai unta dengan cara yang lebih baik setelah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam selain Ja’far bin Abu Tholib.”

Demikianlan informasi menngenai lima orang yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Meskipun kita tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, namun semoga suri tauladan beliau dapat kita tiru sepanjang menjalankan kehidupan di dunia.


from Info Unik http://ift.tt/2AuG6nb
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CFNOR8 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Sulaiman Untuk Kekayaan, Penunduk dan Pengusir Jin

Nabi Sulaiman merupakan salah seorang nabi pilihan Allah SWT yang memiliki banyak keberkahan dalam kehidupan dunianya. Bagaimana tidak, Allah melimpahi beliau dengan segala kekayaan bahkan Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang sangat besar.

Bukan kerajaan biasa, bahkan istananya berlapis emas dan permata. Tidak hanya itu, Allah SWT juga mengkaruniakan kepadanya sebuah mukjizat yakni dapat mengerti dengan bahasa hewan serta dapat berkomunikasi dengan jin.

Namun ternyata, semua hal tersebut tidak diperoleh dengan begitu saja. Nabi Sulaiman selalu berdoa agar mendapatkan kekayaan, bisa menundukkan hewan dan juga mengusir jin. Lantas bagaimanakah doa yang sering dilantukannya? Berikut informasi selengkapnya.

Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan
Doa yang pertama yaitu doa untuk meminta kekayaan. Doa ini dapat kita amalkan untuk memohon kelancaran rezeki dari Allah. Doa tersebut berbunyi:

“qaala rabbi ighfir lii wahab lii mulkan laa yanbaghii li-ahadin min ba’dii innaka anta alwahhaab”

Yang artinya: Dia berkata Yaa tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku. Sesungguhnya engkau yang maha pemberi (QS Shaad 35)

Doa ini bisa diamalkan setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu. Bacalah doa tersebut dengan penuh keyakinan dan juga kekhusyukan agar dikabulkan oleh Allah SWT. Namun hal yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk terus berusaha mencari rezeki yang halal di jalan Allah Ta’ala.

Doa Nabi Sulaiman untuk Menundukkan Hewan dan Mengusir Jin
Doa selanjutnya yaitu doa Nabi Sulaiman untuk menundukkan hewan dan mengusir jin. Seperti yang sudah dikisahkan sebelumnya bahwa Nabi Sulaiman memiliki mukjizat untuk mengerti bahasa hewan, ternyata beliau juga berdoa kepada Allah untuk bisa menundukkan hewan tersebut. Bacaan doa tersebut terdapat di dalam Q.S An-Naml ayat 30 dan 31:

“Bismilaahir rahmoonir rohiim. Laa ta'luu 'alayya wa'tuunii muslimiin”

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.

Tidak hanya untuk menundukkan hewan, ternyata doa ini juga kerap digunakan oleh Nabi Sulaiman untuk mengusir jin. Untuk kita yang sedang menghadapi orang yang kesurupan juga bisa membaca doa ini untuk mengusir jin yang masuk ke dalam tubuh.

Caranya adalah dengan membisikan doa tersebut di telinga kanan orang yang kesurupan seraya menekan jempol kaki kanan dan kirinya. Niscaya setelah melakukan hal tersebut, jin yang merasuki diri dapat keluar dengan sendirinya.

Demikianlah informasi mengenai doa Nabi Sulaiman untuk mendapatkan kekayaan, penunduk hewan dan juga pengusir jin. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan jangan lupa untuk senantiasa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


from Info Unik http://ift.tt/2AkiZeT
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CCxyAD Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Kisah Bertaubatnya 100.000 Orang Karena Doa Dari Nabi Yunus

Nabi Yunus merupakan salah seorang dari nabi pilihan Allah SWT yang namanya terkisahkan dalam Al-Qur’an. Beliau diperintahkan untuk menyerukan mengenai tauhid dan pengesaan terhadap Allah SWT kepada kaumnya.

Akan tetapi, ternyata hidayah tidak juga datang kepada kaumnya tersebut. Mereka masih tetap bersikeras dengan kekafiran dan menyekutukan Allah Ta’ala. Namun beliau tidak pernah berputus asa dan terus berdakwah dalam jangka waktu yang sangat lama.

Dalam perjalanan kenabiannya, Nabi Yunus pernah berdoa kepada Allah. Mustajabnya doa tersebut ternyata berhasil membuat 100.000 orang bertaubat untuk menyembah Allah. Bagaimanakah lafal doa yang diucapkan Nabi Yunus? Berikut informasi selengkapnya.

Kisah taubatnya 100.000 orang ini terjadi ketika nabi Yunus mulai merasa kecewa dan putus asa terhadap kaumnya. Sebab meskipun sudah rajin berdakwah menyebarkan agama Islam namun masih saja banyak orang yang menolak ajakannya.

Bahkan tidak jarang beliau ditertawakan, dicemooh, dihina, diumpat dan dimaki umat kaumnnya tersebut. Karena merasa marah terhadap kekafiran dan kebodohan kaumnya tersebut, ia kemudian keluar kota tersebut tanpa meminta izin kepada Allah. Hingga pada akhirnya sampailah beliau ke laut. 

Jalur laut ini beliau tempuh dalam upayanya ‘kabur’ dari dakwah kepada kaumnya. Namun nasib malang menimpanya ketika berada di dalam perahu. Perahu tersebut kelebihan muatan dan cuaca memburuk, lalu dilakukanlah sebuah undian. Nama siapa yang muncul maka ia harus rela dicemplungkan ke dalam laut. Setelah diundi sebanyak tiga kali nama Yunus bin Mata terus keluar.

Lalu berdasarkan kesepakatan sebelumnya, dilemparkanlah nabi Yunus ke dalam laut tersebut. Ternyata Allah SWT memiliki kisah lain untuk dijadikan pelajaran melalui nabi Yunus. Beliau ditelan oleh ikan Nun, Al-Qur’an menyebutkannya dengan ‘Tiga Kegelapan’. Ialah gelapnya malam, gulitanya laut, dan kelamnya perut ikan. Sebagian ahli tafsir justru mengatakan, Yunus ditelan ikan kecil, dan ada ikan lebih besar yang menelan ikan kecil itu.

Akan tetapi Allah mewahyukan agar ikan tersebut tidak memakan nabi Yunus. Ketika berada di dalam perut ikan inilah, Nabi Yunus kemudian menyadari kesalahannya karena telah meninggalkan kaumnya. Hingga pada akhirnya bertaubatlah nabi Yunus seraya memohon kepada Allah dengan penuh harap dengan lafal:

Tiada Ilah yang haq selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. (al-Anbiya’ [21]: 87)

Inilah doa yang tidak merinci-rinci, tidak mendesak untuk disegerakan. Hingga pada akhirnya doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT dengan penuh keberkahan. Yunus pun kemudian dikeluarkan dari perut ikan tersebut dengan cara dimuntahkan ke daratan. Tepatnya di bawah pohon Yaqthin yaitu sejenis labu yang sekaligus menaungi Yunus dari panas dan hujan sebelum sadarkan diri.

Berkah dari doa yang diucapkan nabi Yunus dengan penuh penyesalan dan berharap penuh kepada Allah Ta’ala ini lah yang membuat Allah 100.000 kaumnya yang berda di Ninawa bertaubat. Kisah ini tercantum dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (Q.S. Ash-Shaffat, ayat 139-148)

Demikianlah informasi mengenai kisah bertaubatnya 100.000 orang berkah dari doa nabi Yunus. Sebagai manusia seharusnya kita tidak boleh untuk berputus asa ketika sedang mengerjakan sesuatu. Tetaplah berusaha dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya.


from Info Unik http://ift.tt/2lQ6ZgS
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2lR6cvi Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Air di Telaga Ini Membuat Manusia Tidak Haus Selamanya

Pada hari kiamat nanti seluruh makhluk hidup di bumi akan mati. Setelah itu, manusia dari segala masa akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian kita akan dikumpulkan untuk menjalani pengadilan dari Sang Pencipta.

Padang Mahsyar nantinya akan menjadi saksi begitu ngerinya kondisi dikala itu. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak berbaju. Matahari hanya berjarak satu mil dari tubuh. Kondisi ini, membuat kerongkongan haus tidak menentu.

Namun beruntungnya siapa saja yang menjadi umat Nabi Muhammad. Sang Baginda menunggu disebuah telaga dan akan memberi minum para umat. Satu tegukan mampu membuat manusia menjadi tidak haus selamanya. Seperti apa telaga tersebut?

Nabi Muhammad SAW mendapat keistimewan dari Allah SWT tatkala hari kiamat nanti. Beliau mendapat telaga yang bisa memberi minum berjuta umat-umatnya. Telaga tersebut bernama telaga Al-Kautsar. Dan kabar baiknya, manusia yang menjadi umat sang Nabi akan mendapat jatah minum dari telaga ini.

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim, no. 400).

“Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dahaga selamanya.” (HR.Bukhari).

Beruntungnya kita yang menjadi umat sang Nabi. Nabi Muhammad SAW dalam satu ketika juga pernah menggambarkan bagaimana indahnya telaganya. Dalam seuah hadist dijelaskan bahwa Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar jumlahnya sebanyak jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga, yang akan menjadi wadah manusia tatkala meminumnya.

Sedangkan lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Sementara airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu. Gambaran ini dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Muslim.

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bejana yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300).

Lantas, bagaimana Rasulullah SAW mengenali umatnya dari berjuta-juta umat yang ada dari berbagai masa? Ternyata Wudhu adalah jawabannya. Mereka yang menjaga wudhunya, akan mudah dikenali Nabi untuk diberikan minum ditelaganya.

"Umatku akan tampil pada hari kiamat, dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Namun, perjalanan setelah telaga sungguh masih sangat panjang dan berat. Begitupun, bisa mampir dan minum di telaga Rasul itu sungguh sebuah karunia besar. Perjalanan memang belum lagi selesai. Tapi mendapatkan minum dari telaga yang sesudahnya tidak lagi ada haus sungguh sangat didambakan. Itu akan sangat meringankan, di hari ketika segalanya berubah begitu mengerikan, panas, haus dan mencekam.


from Info Unik http://ift.tt/2CuhDUL
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2A8zFGb Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Ternyata Inilah Dua Keunggulan Rasulullah Dibandingkan Nabi Adam

Nabi merupakan lelaki pilihan Allah SWT yang mendapatkan wahyu namun tidak wajib untuk menyebarkannya kepada orang lain. Lain halnya dengan rasul yang memiliki kewajiban wahyu tersebut kepada kaumnya.

Semua nabi adalah sosok yang mulia sebab mendakwahkan ajaran Allah kepada orang lain. Ternyata Allah SWT mengkaruniakan kelebihan kepada beberapa orang nabi yang tidak dimiliki oleh nabi lainnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Allah memuliakan nabi yang berkelebihan tersebut saja.

Contohnya adalah Nabi Muhammad dan Nabi Adam. Ternyata Allah mengkaruniakan dua keunggulan untuk Rasulullah atas Nabi Adam. Keunggulan apa sajakah yang dimaksud tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Meskipun menjadi manusia dan nabi pertama di muka bumi, namun ternyata Nabi Adam belum lebih unggul jika dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi hal ini tidak membuat kita merendahkan kedudukan beliay.

Dikisahkan dalam sabdanya dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar bin al-Khaththab, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki dua keunggulan atas Nabi Adam ‘Alaihis salam.

“Aku,” ungkap Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “diunggulkan atas Adam dengan dua kelebihan.” Pertama, setan yang ada dalam diri Nabi Muhammad mulanya kafir, lalu Allah Ta’ala menolong Nabi hingga setan itu masuk Islam. Sedangkan setan yang menggoda Nabi Adam kafir dan berhasil menggoda beliau hingga diturunkan dari surga.

Terkait setan yang ada dalam diri Rasulullah ini, beliau pernah sabda kepada ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ada apa denganmu, wahai ‘Aisyah? Apakah kamu cemburu?”

Jawab istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits ini, “Bagaimana mungkin orang sepertiku tidak cemburu kepada orang seperti dirimu?”

Tanya Nabi lagi, “Apakah setanmu sudah menguasaimu?”

“Apakah aku punya setan?” jawab Ummul Mukminin seraya sampaikan tanya balik.

“Ya,” terang Nabi singkat.

“Begitu pula semua manusia?” tanya ‘Aisyah.

“Ya,” jelas Nabi.

“Pun dengan dirimu, ya Rasulullah?” pungkas ‘Aisyah sampaikan tanya.

“Ya,” jelas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “tetapi Tuhanku ‘Azza wa Jalla memenangkanku atasnya hingga dia masuk Islam.” (Hr. Imam al-Bukhari, dinukil oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam Agar Tidak Diperdaya Setan)

Selain unggul dikarenakan setan dalam dirinya telah kalah dan masuk islam, Rasulullah juga memiliki keunggulan yaitu “Istri-istriku (Nabi Muhammad) menjadi penolongku dalam ketaatan, sementara istrinya (Nabi Adam) menjadi pembantunya dalam mengerjakan kemaksiatan.”

Seperti yang kita ketahui bahwasanya keluarga Rasulullah terdiri dari satu imam dengan banyak istri. Namun meskipun demikian, keluarga Rasulullahh ini tetap menjadi contoh paling bagus terkait dengan saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Tidak hanya itu, keluarga ini juga sepemahaman jika berurusan dengan masalah agama dan tidak saling berseberangan.

Akan tetapi, lain halnya dengan Hawa istri dari Nabi Adam tercatat pernah menjadi jalan bagi suaminya untuk melakukan perintah yang dilarang oleh Allah SWT. Dirinya terbujuk dengan rayuan setan untuk menggoda Nabi Adam As hingga pada akhirnya Allah menurunkan keduanya dari surga.

Demikianlah informasi terkait dua keunggulan yang dimiliki oleh Rasulullah dibandingkan Nabi Adam. Akan tetapi hal yang harus ditanamkan dalam diri adalah, kedua nabi itu sama-sama memiliki kemuliaan di sisi Allah dan janganlah kita merendahkan salah satunya.


from Info Unik http://ift.tt/2A9CGWu
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CuhKQb Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Ternyata Inilah Doa yang Sering Diucapkan Rasulullah

Berdoa menjadi salah satu cara agar sebuah keinginan dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan rajin berdoa maka akan semakin membuat kita merasa dekat dengan-Nya. Ada begitu banyak doa yang diucapkan oleh kaum muslimin, mulai dari doa meminta rezeki, kesehatan, jodoh dan lainnya.

Tidak hanya untuk duniawi, masalah akhirat juga tidak luput dari doa yang diucapkan setiap hari. Selain manusia biasa, Rasulullah SAW ternyata senantiasa berdoa kepada Allah SWT sekalipun dirinya sudah mendapatkan jaminan menjadi penghuni surga.

Bahkan ternyata ada doa yang paling sering diucapkan oleh Rasulullah SAW. Tentu saja sebagai kaum muslim kita juga ingin doa apakah yang sering diminta Rasulullah kepada Allah SWT? Berikut informasi selengkapnya.

Ternyata doa yang paling sering dilantunkan oleh Rasulullah SAW adalah yang berkaitan dengan kebaikan dunia dan juga kebaikan akhirat.

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah: “Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690].

Dalam riwayat Muslim, doa tersebut berbunyi:

“Pengertian kebaikan dunia mencakup seluruh yang dibutuhkan manusia di dunia, sehingga dengannya ia akan menjadi baik. Misalnya, sehat, rizki yang lagi halal, rumah tinggal yang nyaman, istri shalihah, anak-anak penyejuk mata, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, ketentraman, dan lain-lain”.

Lain halnya dengan kebaikan dunia, menurut Ibnu Katsir mengartikan mengenai kebaikan akhirat. “Kebaikan di akhirat yang tertinggi ialah berhasil masuk surga dan menikmati kondisi-kondisi yang menyertainya, seperti perasaan aman dari ketakutan yang paling dahsyat di ‘arashât, dimudahkan proses hisâb (perhitungan amalan), dan lain-lain yang merupakan kejadian-kejadian yang menyenangkan di akhirat kelak”.

Doa meminta kebaikan ini diakhiri dengan permohonan supaya terlindung dari siksa api neraka. Tujuannya ari doa ini jelas, agar Allah SWT memudahkan kehidupan kita di dunia serta mendapatkan kemuliaan di akhirat dan juga terbesar dari siksaan neraka yang sangat menakutkan.

Imam Muslim rahimahullah (ShahĂ®h Muslim no. 2688) telah meriwayatkan, pernah terjadi peristiwa, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengunjungi seseorang yang sedang sakit. Kondisi orang yang sakit ini sudah sangat mengenaskan. Beliau pun menanyakan asal-muasal kejadian: “Apakah engkau berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah (sebelumnya)?”

Lelaki itu menjawab: “Ya. Sebelumnya aku berkata, ‘Ya Allah, hukuman yang akan engkau timpakan kepadaku di akhirat, segerakanlah atas diriku di dunia ini,” maka beliau Shallallahu alaihi wa sallam berkata: “Subhanallah, engkau tidak akan sanggup memikulnya. Mengapa engkau tidak berdoa:

Begitu juga, kejadian menarik pernah dialami Anas bin Mâlik. Sahabat mulia ini diminta untuk mendoakan orang-orang yang mendatanginya. Lantas beliau berdoa:

 (Ya Allah, ampunilah kami, kasihilah kami rahmat. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka).

Mereka meminta doa yang lain. Maka Anas Radhiyallahu anhu memanjatkan doa yang sama, kemudian berkata: “Seandainya kalian telah dianugerahi ini, sungguh kalian telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat”. [ShahĂ®h al-Adabil-Mufrad, 494].

Demikianlah informasi mengenai doa yang paling sering diucapkan oleh Rasulullah. Ketahuilah bahwa doa menjadi perantara antara kita dan Allah, maka perbanyaklah berdoa kepada-Nya. Jangan lupa untuk meneladani Rasulullah SAW, sebab beliaulah tauladan terbaik di dunia ini.


from Info Unik http://ift.tt/2lo3I8f
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2lxVCcb Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Inilah Dua Orang dan Dua Keluarga Pilihan Allah SWT Sebagai Generasi Terbaik

Menjadi manusia yang dipilih oleh Allah SWT tentu saja hal yang paling membahagiakan bagi seluruh umat Islam. Bagaimana tidak, segala kemuliaan tentu Allah berikan kepada manusia-manusia pilihannya ini. Tidak hanya kemuliaan saat berada di dunia, namun juga di akhirat.

Allah SWT memilih siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya untuk dijadikan sebagai kekasih dan hamba pilihan. Tidak hanya berasal dari golongan para Nabi dan Rasul, manusia pilihan Allah juga ada yang dari golongan manusia biasa.

Ternyata, di antara milyaran ataupun triliunan manusia di muka bumi ini, ada dua sosok manusia dan dua keluarga yang sudah dipilih Allah sebagai generasi terbaik di mulai dari zaman Nabi Adam dahulu kala. Siapa sajakah mereka? Berikut informasi selengkapnya.

1. Nabi Adam

Manusia pertama yang menjadi pilihan Allah SWT sebagai generasi terbaik di alam semesta adalah Nabi Adam. Bagaimana tidak, beliaulah manusia pertama yang menjadi bapak dari seluruh manusia yang ada di muka bumi.

Nabi Adam dipilih Allah SWT untuk menjadi nabi pertama dengan didampingi oleh istrinya yang bernama Hawa. Tidak hanya itu, Allah juga telah memilih beliau untuk dijadikan sebagai khalifah di bumi ini dengan limpahan pengetahuan mengenai makhluk ciptaan Allah lainnya. Selain itu, ia juga diberikan keutamaan atas malaikat dan golongan jin.

Diturunkannya Nabi Adam dan istrinya ke bumi juga bukan tanpa alasan. Allah SWT jelas memberikan banyak kebaikan untuk menjadi bekal bagi kelangsungan hidup manusia bahkan hingga akhir zaman kelak.

2. Nabi Nuh
Selain nabi Adam, ternyata Allah juga memilih Nabi Nuh sebagai manusia pilihan-Nya. Beliau merupakan Rasul pertama utasan Allah setelah wafatnya Nabi Adam ratusan tahun sebelumnya. Allah SWT menurunkan Nabi Nuh untuk kembali memurnikan tauhid umat manusia.

Beliau senantiasa melakukan dakwah siang dan malam baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Ada banyak cara yang dilakukan agar manusia menyembah Allah SWT. Akan tetapi, ternyata banyak di antara kaumnya yang justru berpaling tanpa terkecuali istri dan anaknya.

Maka Allah membinasakan seluruh kaum kafir tersebut dan hanya menyelamatkan nabi Nnuh dan para pengikutnya yang berada dalam bahtera. Nuh adalah salah satu teladan terbaik dalam dakwah, “Tak kan surut walau selangkah, tak kan henti walau sejenak.”

3. Keluarga Nabi Ibrahim
Selain individu, ternyata Allah juga ada memilih keluarga yang menjadi generasi terbaik. Pertama ialah keluarga Nabi Ibrahim. Beliau merupakan ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Dari kedua keturunan nabi tersebut lahirlah Nabi akhir zaman yang menjadi suri tauladan kaum muslimin hingga akhir zaman yaitu Nabi Muhammad bin Abdullah.

Betapa mulianya Ibrahim dan Muhammad; nama keduanya seringkali disandingkan dengan nama Allah Ta’ala yang amat mulia.

4. Keluarga ‘Imran
Terakhir ialah keluarga dari Imran. Beliau bukanlah berasal dari golongan nabi ataupun rasul. Imran sendiri merupakan orang shaleh ayah dari Siti Maryam. Maryam sendiri adalah wanita penghulu surga yang dipilih oleh Allah SWT untuk melahirkan anak bernama Isa tanpa melalui proses persetubuhan dengan lelaki.

Nabi Isa akan turun ketika datangnya akhir zaman untuk menghapus pajak dan mengalahkan dajjal. Beliau merupakan nabi yang mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah informasi mengenai dua orang dan dua keluarga yang dipilih Allah menjadi generasi terbaik di muka bumi. Semoga kita semua bisa meneladani kepatuhan dan keimanan mereka kepada Allah SWT.


from Info Unik http://ift.tt/2Cugiu3
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2DCMdYy Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Ternyata Inilah Malaikat yang Menggali Sumur Zam-Zam

Sumur Zam-Zam menjadi salah satu bentuk kekuasaan Allah SWT. Sumur ini tetap mengeluarkan air sejak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang ini. Menjadi salah satu air yang istimewa di bumi, sebab merupakan jenis air terbaik yang mengandung banyak nutrisi.

Tidak pernah kering dan terus mengalir bahkan setelah dikonsumsi oleh jutaan umat yang melaksanakan ibadah haji ataupun umroh. Dikisahkan bahwa sumur ini berasal dari hentakan kaki Nabi Ismail yang kala itu kehausan.

Namun ternyata, sebenarnya sumur Zam-Zam ini berasal dari galian malaikat Allah SWT. Kisahnya diabadikan dalam sebuah hadist. Lantas bagaimanakah kisah kemunculan sumur ini dan siapakah malaikat yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

Dikisahkan dahulunya Nabi Ibrahim As meninggalkan istri dan anaknya di tengah gurun pasir yang tandus demi menjalankan perintah dari Allah SWT. Dengan perbekalan seadaannya, istirnya yang bernama Siti Hajar bertahan hidup.

Namun ternyata, perbekalan tersebut lama kelamaan habis. Ditambah lagi Ismail kecil yang menangis karena mulai kehausan. Hal ini membuat Hajar berusaha mencari orang yang bisa membantunya. Ia kemudian berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah untuk mencari air. Namun hasilnya nihil.

Akan tetapi, saat mendekati Marwah, dirinya mendengar sebuah suara. Kemudian, ia berupaya lagi untuk mendengar suara tersebut, dan ia berhasil melakukannya. Dalam sebuah riwayat, dijelaskan mengenai kejadian tersebut.

“Ini adalah kejadian yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwah. Ketika Siti Hajar (r.a.) mencapai bukit Marwa (untuk terakhir kali), ia mendengan sebuah suara, kemudian ia diam dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mendengar suatu itu terus-menerus dan berkata, “Wahai (siapapun engkau)! Engkau telah membuatku mendengarkan suaramu; apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat membantuku?” Dan ajaib! Ia melihat satu malaikat di lokasi Zam-Zam, sedang menggali tanah dengan tumitnya (atau sayapnya), hingga airnya memancar dari tempat itu. Ia lalu membentuk tangannya seperti mangkuk, dan mulai mengisi tempat air minumnya yang terbuat dari kulit dengan air menggunakan tangannya, dan air itu lalu mengalir keluar setelah dia menciduk sebagian di antaranya.” (Hadist Sahih Bukhari: Volume 044, Kitab 055, Hadits 583)

Ketika itu, air zam-zam yang keluar sangatlah banyak. Hal tersebut membuat Siti Hajar mencoba untuk membendungnya dengan mennggunakan tanah yang berada di sekitanya.

“Jika ia (Siti Hajar) telah meninggalkan air itu, (mengalir secara alami tanpa campur tangannya), maka air itu akan mengalir di atas permukaan bumi.” (Shahih Bukhari: Volume 044, Buku 055, Hadits 583)

Ternyata malaikat yang di maksud dalam kisah ini adalah malaikat Jibril. Ia diperintahkan oleh Allah untuk menggali sumur Zam-Zam agar memadamkan rasa haus yang dialami oleh Ismail kecil. Ternyata ada begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika kita mengkonsumsi air zam-zam ini.

“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Demikianlah kisah mengenai malaikat yang menggali sumur Zam-Zam yang terus mengalir hingga kini. Percayalah bahwa Allah senantiasa menolong hamba-Nya yang mengalami kesulitan dan tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.


from Info Unik http://ift.tt/2pKVpIi
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2E6RVTC Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Awas, Ucapan Ini Sangat Cepat Mendatangkan Azab

Azab merupakan bentuk balasan atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia. Kesalahan tersebut bisa berupa perbuatan atau ucapan yang tanpa disadari ternyata merupakan dosa.

Itulah alasan kenapa manusia diperintahkan untuk berhati-hati dalam bertindak dan selalu menjaga lisannya. Jika tidak, maka neraka menjadi tempat untuk menerima azab pedih atas kesalahan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Ternyata datangnya azab tidak harus menunggu manusia meninggal atau kiamat tiba. Ucapan ini kata ulama cepat mendatangkan azab karena besar nilai dosanya. Bahkan, sebelum orang tersebut tidur malam, azab itu segera mendatanginya. Apa ucapan tersebut? Berikut ulasannya.

Ucapan yang mengundang azab dengan sangat cepat itu adalah bersumpah palsu atas nama Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit kita mendengar seseorang mengatakan kalimat “Demi Allah”. Biasanya ini diikuti  dengan kata “sumpah, demi Allah”.

Memang tidak semua orang berbohong ketika membawa bawa Allah ini. Namun tidak sedikit juga yang ternyata berbohong ketika mengucapkannya. Keberaniannya mengucapkan kalimat “Demi Allah” ini, biasanya untuk menutupi kesalahan yang dilakukan, menyangkal tuduhan orang lain, dan hal lainnya untuk melindungi diri saat didesak atas sesuatu. Biasanya, orang akan berhenti memperpanjang suatu perkara, jika orang yang diperkarakan membawa nama Allah dalam penjelasannya.

Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari misalnya saat seseorang  meminjam sesuatu namun tidak mengembalikannya. Suatu hari pemilik menanyakan kepada peminjam terkait barang tersebut. Lalu sipeminjam mengatakan sudah mengembalikannya, walaupun sebenarnya belum. Kemudian untuk meyakinkan pemilik jika ia sudah mengembalikan barang tersebut, maka dia bersumpah atas nama Allah.

“Serius aku udah ngembaliin bulan kemarin. Mungkin kamu lupa, Sumpah demi Allah aku udah balikin barangnya”

Diantara kita pasti sering mendengar hal-hal demikian bukan? Maka ketahuilah, jika ternyata ucapan itu bohong, maka Allah SWT akan segera mendatangkan azabnya. Bahkan, sebelum sampai orang tersebut tidur malam, Allah sudah kirimkan bala tentaranya untuk mengazab orang tersebut.

RasĂ»lullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kamu sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah (syirik) dan durhaka kepada kedua orang tua”. Beliau duduk sebelumnya beliau bersandar, lalu beliau bersabda, “Ingat, juga perkataan palsu”, Perawi berkata, “Beliau selalu mengulangi ucapannya, hingga kami berharap beliau diam” [HR Bukhari, no 5918, Muslim no.87, lafazhnya bagi Bukhari]

Orang yang berdusta atas nama Allâh Azza wa Jalla adalah orang yang paling zhalim. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

Dan siapakah yang lebih zhalim/aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allâh, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan. [Al-An’âm/6: 21]

Secara jelas bahwa Allah SWT mengatakan jika orang zalim karena berdusta atas nama Allah tidak mendapat keberuntugan. Jelas bahwa ketiadaan keberuntungan ini akan mendatangkan azab. Bahkan ulama mengatakan jika azab tersebut akan segera mendatanginya sesudah Ia mengucapkan kalimat tersebut.

Semoga dengan mengetahui semua ini, kita semakin berhati-hati, agar tidak terjebak dalam perbuatan berdusta atas nama Allâh sehingga akan mendapatkan kebinasaan.


from Info Unik http://ift.tt/2BKN2h6
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2Cdimc8 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Pasar-Pasar yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang termashur. Kemampuan menjualnya sudah terasah sejak usianya delapan tahun. Hingga memasuki 40 tahun sebelum masa kenabiannya, sang utusan Allah ini keliling ke banyak negeri untuk melakukan proses jual beli.

Sepanjang perjalannya menjadi pedagang, Nabi Muhammad SAW banyak mengunjungi pasar-pasar. Mulai dari pasar di Suriah hingga Yaman pernah disinggahi. Beliau  menjajakan dagangannya serta mencari-cari komoditas untuk dijual lagi.

Pasar-pasar yang pernah disinggahi Nabi tentu memiliki nilai tersendiri dalam perkembangan dakwah Islam. Menjadi salah satu saksi, bagaimana sikap amanah yang dimiliki Nabi terbentuk. Apa dan dimana saja pasar-pasar tersebut? Berikut ulasannya.

1. Dumatul Jandal atau Dumat Al-Jandal
Pasar ini terletak di kawasan Padang Pasir Syam yang berdekatan dengan Damaskus dan di ujung utara Hijaz. Dahulu pasar ini bisa ditempuh dari Damaskus selama lima hari perjalanan. Sedangkan jika ditemput dari Madinah maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama yakni sekitar dua minggu lebih.  Dahulu pasar ini sangat terkenal di kalangan bangsa Arab Jahiliyah. Pasar ini hanya buka pada bulan Rabi'u al-Awwal antara tanggal 1-30. Pada bulan ini, pedagang dari berbagai penjuru datang untuk jual beli di pasar ini. 

2. Pasar Mushaqqar
Pasar kedua yang pernah dikunjungi Rasulullah SAW adalah Pasar Mushaqqar. Pasar ini terletak di Kota Hijar, salah satu provinsi yang terletak di negara Bahrain. Sama seperti pasar sebelumnya, Mushaqqar hanya buka satu bulan saja, yakni pada bulan Jumadi Al Awwal. Sebelum kedatangan Islam, tempat ini sangat terkenal sebagai pusat pemujaan berhala.

3. Pasar Suhar
Rute perdagangan Nabi juga sampai ke Pasar Suhar yang terletak di wilayah kesultanan Oman, Muscat. Pasar ini hanya buka pada bulan Rajab saja, itu pun hanya berlangsung selama lima hari yakni 20-25 Rajab. Awalnya kota ini terkenal sebagai pasar ikan, namun lambat laun berkembang menjadi Pasar yang besar.

4. Pasar Daba
Pasar Daba atau Dibba merupakan pasar yang juga masih berada di wilayah Oman. Namun letaknya di timur laut semenanjung Uni Emirat Arab. Biasanya, pasar ini buka setelah pasar Suhar usai. Mulainya pada akhir bulan Rajab. Pasar ini juga didatangi oleh para pedagang dari Cina, India, dan orang dari Timur dan Barat.

5. Pasar Shihir
Pasar ini juga dikenal dengan sebutan pasar Maharah. Pasar ini dibuka pada 1-15 pada bulan Syaban.Pasar ini terletak di antara Mukala dan Qish di wilayah Hadramaut. Pasar ini banyak menjual kemenyan untuk berbagai ritual sebelum datangnya Islam. Saat itu, harga kemenyan lebih tinggi dibanding emas. Sehingga wilayah mana yang banyak menjual kemenyan biasanya akan makmur. 

6. Pasar Aden
Pasar Aden dibuka pada tanggal 1-10 pada bulan Ramadhan. Wilayah Aden merupakan Kota Pelabuhan yang berjarak sekitar 370 km disebelah selatan Yaman. Pasar ini dibuka dengan memperdagangkan komoditi dari wilayah timur dan selatan.

7. Pasar San’a
Pasar San’a terletak di jantung dataran tinggi Yaman. Kota ini menjadi pusat bisnis di wilayah Arab. Biasanya setelah perdagang ke Pasar Aden, para pedagang akan berpindah ke pasar ini. Pasar ini buka pada 10 hari sebelum Ramadhan usai.

8. Pasar Rabiyah
Pasar ini terletak di sebuah daerah Hadhramaut, terbuka pada pertengahan hingga akhir bulan Dzulqaidah.

9. Pasar Ukaz
Bersamaan dengan pasar Rabiyah, pasar Ukaz yang terletak di daerah Nejaz bagian atas ini dibuka.

10. Pasar Dzul Majaz
Pasar ini berlokasi di dekat pasar Ukaz. Terbuka dari tanggal 1-7 Dzulhijjah.

11. Pasar Mina
Selesai pasar Dzul Majaz, pasar Mina dibuka, bersamaan dengan waktu penyelenggaraan ibadah Haji.

12. Pasar Nazat
Pasar ini dibuka pada sepuluh hari pertama hingga akhir bulan Muharram. Terletak di daerah Khaibar.

13. Pasar Hijr
Pasar ini sering juga disebut pasar Hajar atau Hadj dan terlatak di daerah Yamamah. Pasar ini diadakan bersamaan dengan pasar Nazat yakni pada tanggal 10 sampai akhir bulan Muharram.


from Info Unik http://ift.tt/2BVfgH1
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2D1sFg9 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Definition List

Unordered List

Support