This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Inilah Hukum Melawak dalam Islam

Di tengah penatnya aktivitas sehari-hari, tubuh sangat membutuhkan rileksasi. Selain mandi, biasanya orang akan mencari aktivitas untuk menghibur diri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara jalan-jalan sore hari, berkumpul dengan teman untuk ngopi, atau sekedar menonton televisi.

Beberapa aktivitas ini mampu menghadirkan tawa sehingga stres dapat sedikit mereda. Apalagi jika berkumpul atau melihat orang yang pandai melawak, tentu gelak tawa semakin terbahak. Dengan candaan disertai mimik yang lucu, membuat aktivitas tertawa semakin seru.

Orang  yang pandai melawak ternyata cukup berpengaruh membuat orang disekelilingnya bahagia dengan candaannya. Namun, bagaimana menurut pandangan Islam? Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya mencari tahu bagaimana hukumnya. Berikut ulasannya.

Kemampuan melawak tidak dimiliki oleh banyak orang. Membuat orang yang melihat tertawa ternyata membutuhkan usaha dan kerja keras. Bahkan, kini panggung hiburan sudah menghadirkan program-program untuk mencetak para pelawak. Mereka yang bisa membuat orang tertawa dan terbahak paling keraslah yang akan menjadi top dan populer.

Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap aktivitas melawak ini? Bukankah mereka membuat orang lain menjadi tertawa bahagia? Adanya mereka, mampu menghilangkan kepenatan karena bisa tertawa.

Rasulullah SAW dalam hadistnya pernah berkata: “Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” HR At-Tirmidzi no. 2305

Dalam penggalan hadist lainnya Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis” . [HR. Muslim, no. 2359]

Hadist ini Beliau sampaikan tatkala bercerita tentang pengalamannya saat melihat Surga dan Neraka.

Lantas, apakah tidak boleh seseorang melawak dan membuat orang lain tertawa? Ternyata agama Islam tidak melarang umatnya untuk melawak. Bahkan Rasulullah SAW sering bercanda atau melawak. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, para sahabat pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Ya Rasulullah! Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.”

Beliau pun berkata: “Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang haq (benar). HR At-Tirmidzi no. 1990

Salah satu candaan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut: Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: (35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. (36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah) (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah SAWA bercanda, namun tetap mengutamakan kejujurannya. Pasalnya, Islam membenci kedustaan dan kemunafikan dalam bergaya. Sehingga barang siapa yang memancing suasana agar semua tertawa walaupun dengan cara berdusta, maka ia terkena ancaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat; tidak diucapkan kecuali untuk membuat orang lain tertawa, maka ia terhempas ke dalam jurang jahannam sedalam antara langit dan bumi. Dan sungguh terpelesetnya lisan, lebih berat daripada seseorang terpeleset kakinya”. Imam Muhammad at-Tibrizi

Dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Celakalah bagi seseorang yang bercerita dengan suatu cerita, agar orang lain tertawa maka ia berdusta, maka kecelakaan baginya, kecelakaan baginya. Imam at-Tirmdzi

“Seorang hamba tidak beriman dengan sempurna, hingga ia meninggalkan berkata bohong saat bercanda dan meninggalkan debat walau ia benar.” (HR. Ahmad).

Di zaman kini seseorang berusaha keras untuk bisa membuat orang tertawa. Bahkan bahan-bahan materi untuk membuat orang terbahak sudah disiapkan sebelumnya. Namun, dalam candaannya tidak jarang yang tidak memperhatikan aturan. Sebagian dari mereka berbohong, bahkan mengolok-olok rekan atau dirinya sendiri.

Bahkan, saat ini banyak pelawak yang mengolok-olok agama Allah demi memancing orang lain bisa tertawa. Tidak jarang, mereka adalah seorang Muslim yang seharusnya melakukan hal tersebut.

“(65) Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (66) Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah : 65-66)

Berdasarkan ayat ini, orang yang menghina ajaran Islam terancam untuk keluar dari agama Islam, disadari maupun tidak. Oleh karena itu, sebagai muslim jangan sampai kita menganggap remeh permasalahan-permasalahan seperti ini.


from Info Unik http://ift.tt/2mltyKF
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2qQgh1o Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Musa Untuk Jalani Kehidupan

Nabi Musa As merupakan salah seorang nabi pilihan Allah SWT yang namanya banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Perjalanan hidup beliau terekam jelas di dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Kisah beliau melawan Raja Fir’aun dan memiliki mukjizat yakni bisa membelah lautan menjadi yang paling fenomenal.

Kisah tersebut mungkin sudah kita dengar ketika duduk di bangku sekolahan. Namun ternyata tidak hanya kisah itu saja yang bisa kita ketahui dari beliau. Nabi Musa adalah salah satu utusan Allah yang senantiasa menjalankan dakwah untuk menyebarkan agama Islam.

Di dalam perjalanan hidupnya beliau tidak pernah lupa untuk selalu berdoa kepada Allah. Bahkan di antara doa yang pernah dipanjatkannya, ada yang bisa kita amalkan untuk jalani kehidupan sekarang ini. Doa apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Doa Nabi Musa untuk Kebaikan Jodoh dan Pekerjaan
Doa pertama yang bisa kita amalkan dari nabi Musa ialah doa untuk meminta kebaikan jodoh dan juga pekerjaan. Doa tersebut tercantum di dalam Q.S: Al-Qashash: 24 yang berbunyi:

“Rabbi Inniy lima anzalta ilayya min khairin faqir”

Artinya: “ Wahai Tuhanku, sungguh aku sangat faqir atas segala macam kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”

Doa ini cocok dibaca untuk mereka yang berharap bisa segera menikah. Tidak hanya itu saja, doa ini juga bisa dibaca ketika seseorang hendak mencari pekerjaan supaya dimudahkan. Bacalah doa tersebut ketika selesai melaksanakan shalat hajat. Jangan lupa untuk bertawakal dan ikhlas ketika memohon kepada Allah.

2. Doa Nabi Musa Untuk Dimudahkan Segala Urusan
Setiap orang tentu pernah merasakan kesulitan di dalam hidupnya. Tidak hanya itu saja, tentu kita juga pernah merasa putus asa dengan urusan yang ada di dunia. Agar tidak merasa demikian, seringlah berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya. Kita bisa membaca doa yang terdapat dalam Q.S Thoha ayat 25-28 yang berbunyi:

“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qouli”

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

3. Doa Nabi Musa untuk Meminta Pertolongan
Nabi Musa jelas tidak terlepas dari segala masalah ketika menjalani kehidupan di dunia. Salah satunya adalah ketika menghadapi Raja Fir’aun dan para pengikutnya. Untuk itu, beliau senantiasa berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar menolongnya ketika berada dalam keadaan tertentu. Adapun bacaan doa yang sering dilafadz kan tersebut adalah:

“Allahumma lakal hamdu, wa ilaikal musytakaa, wa antal musta’an, wa la haula, wa laa quwata, illa billahil aliyil adhiim”

Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah. Engkaulah tempat meminta pertolongan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung”

Demikianlah informasi mengenai doa Nabi Musa untuk jalani kehidupan. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan segala sesuatu yang kita kerjakan selama di dunia. Bermohonlah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, agar Allah mengabulkan segala keinginan kita.


from Info Unik http://ift.tt/2m6ECtX
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CQRpv1 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Daud yang Penting Bagi Kehidupan

Nabi Daud merupakan salah satu yang diperintahkan untuk memperingatkan kaum Bani  Israil agar kembali ke jalan Allah. Akan tetapi setiap tugas yang diemban tentu memiliki kesulitan tersendiri dan Nabi Daud juga mengalaminya.

Akan tetapi, Allah SWT Maha Baik terhadap hamba-Nya. Untuk memudahkan dakwah yang dilakukan nabi Daud, maka Allah memberikannya beberapa mukjizat kepada beliau. Di antaranya adalah memiliki suara yang merdu, bisa melenturkan besi.

Namun Nabi Daud tidak pernah lupa untuk berdoa kepada Alllah. Beliau kerap berdoa terkait kehidupan yang kemudian banyak dicari oleh manusia pada masa sekarang ini. Lantas doa apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Doa Nabi Daud Agar Suara Merdu
Doa pertama yang sering diucapkan oleh Nabi Daud adalah agar memiliki suara yang merdu. Untuk kita yang ingin memiliki keinginan tersebut bisa mengamalkan doa yang sering dibaca oleh nabi Daud tersebut. Doa ini sendiri berbunyi:

“Allaahumma inni as-aluka shautan khofiifan hasanan qawiyyan ka shauti Nabiyyina Daawuda ‘alaihi salaam”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu suara yang ringan, bagus dan kuat seperti Nabi Daud As.”

Cara mengamalkannya adalah dengan membacanya setiap hari, tiga kali di depan segelas air. Lalu selanjutnya minumlah air tersebut maka air yang telah didoakan tadi akan member energi positif kepada pita suara kita. Akan tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah gunakan suara yang merdu itu untuk melakukan hal yang sesuai perintah Allah dan bukannya untuk sebuah tindakan kemungkaran.

2.  Doa Nabi Daud untuk Melunakkan Hati Seseorang
Selain memiliki suara yang merdu, nabi Daud juga memiliki mukjizat untuk melenturkan besi. Untuk mendapatkan keberkahan ini, beliau senantiasa berdoa kepada Allah. Namun untuk kita manusia biasa, bisa mengambil karomah dari doa ini agar dapat melunakkan atau melembutkan hati seseorang. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

“Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid”

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Kamu melembutkan Daud (akan) besi”

Doa ini bisa diamalkan ketika kita sedang berhadapan dengan orang yang keras hati dan sangat sulit untuk dinasihati. Seperti pasangan yang suka mengajak berdebat dan tidak mau kalah atau anak yang mulai membangkang perintah orangtua.

3. Doa Nabi Daud Agar Cepat Dapat Jodoh

Doa terakhir yang sering diucapkan nabi Daud adalah yang terkait dengan jodoh. Perkara ini sudahlah pasti menjadi hal yang sering dicari oleh manusia zaman sekarang. Doa ini ternyata sangat mustajab bagi mereka yang ingin menikah namun belum mendapatkan jodoh. Lafadz doa tersebut tercantum dalam HR. Tirmidzi 3412.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu, perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai dari pada diriku, keluargaku, serta air dingin.”

Doa ini bisa dibaca ketika kita selesai melaksanakan shalat fardhu dan juga shalat hajat. Jangan lupa berdoanya dengan bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan sungguh-sungguh agar doa tersebut terkabulkan.

Demikianlah informasi mengenai tiga doa Nabi Daud yang penting bagi kehidupan. Nabi dan Rasul memang menjadi tauladan yang baik bagi umatnya. Semoga kita termasuk dalam hamba yang doanya diijabah oleh Allah SWT.


from Info Unik http://ift.tt/2CwdsDX
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CUvpNi Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Lima Orang yang Miliki Kemiripan dengan Rasulullah

Rasulullah SAW merupakan sosok manusia yang miliki kesempurnaan dari Allah SWT. Mulai dari sifat, akhlak hingga seluruh perbuatannya menjadi teladan yang bisa ditiru oleh seluruh umat manusia di muka bumi, terutama untuk kaum muslimin.

Jelas dikatakan bahwa tidak ada yang menyamai akhlak yang beliau perlihatkan semasa hidup di dunia ini karena begitu sempurnanya. Namun apabila dalam hal wajah dan juga fisik, ternyata ada manusia yang memiliki kemiripan dengan beliau.

Orang tersebut berasal dari satu kalangan yaitu Bani Abdi Manaf. Menurut Syaikh Mahmud Al Mishri, ada lima orang yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah. Siapa sajakah lima orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Lima orang yang dimaksud oleh Syaikh Mahmud Al Mishri memiliki kemiripan dengan Rasulullah tersebut di antaranya:

1. Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib
Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib merupakan sepupu Rasulullah dan saudara sepersusuan beliau. Keduanya sama-sama disusui oleh Halimah Sa’diyah secara bersamaa. Kemudian keduanya menjadi sahabat yang kerap bermain bersama.

2. Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib
Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib  juga merupakan sepupu Rasulullah. Ia merupakan anak ke-4 dari Abbas bin Abdul-Muththalib (paman dan sahabat Rasulullah. Dirinya juga pernah menjabat sebagai gubernur di Bahrain pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Tholib. Beliau wafat dan dikuburkan di Samarkand.

3. Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam
Orang selanjutnya yang juga memiliki kemiripan dengan Rasulullah adalah Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam,  dia merupakan kakek dari Imam Syafi’i

4. Hasan bin Ali
Orang selanjutnya ialah Hasan bin Ali. Ia adalah cucu dari Rasulullah SAW dan merupakan anak dari Ali bin Abu Thalib bersama Fatimah Az-Zahra. Dia adalah saudara Husain bin Ali. Hasan dilahirkan dua tahun setelah Hijrah ke Madinah (622 M).

5. Ja’far bin Abu Thalib
Orang terakhir yang dikatakan mirip dengan Rasulullah ialah Ja’far bin Abu Thalib. Dia adalah saudara Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib.Mengenai Ja’far bin Abu Thalib, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya,

“Engkau wahai Ja’far, wajahmu mirip dengan wajahku dan akhlakmu mirip dengan akhlakku.”

Tidak hanya itu, Ja’far juga memiliki kemiripan lainnya dengan Rasulullah seperti riwayat Abu Hurairah: “Tidak ada seorangpun memakai sepatu dan sandal, menaiki kendaraan serta mengendarai unta dengan cara yang lebih baik setelah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam selain Ja’far bin Abu Tholib.”

Demikianlan informasi menngenai lima orang yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Meskipun kita tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, namun semoga suri tauladan beliau dapat kita tiru sepanjang menjalankan kehidupan di dunia.


from Info Unik http://ift.tt/2AuG6nb
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CFNOR8 Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Tiga Doa Nabi Sulaiman Untuk Kekayaan, Penunduk dan Pengusir Jin

Nabi Sulaiman merupakan salah seorang nabi pilihan Allah SWT yang memiliki banyak keberkahan dalam kehidupan dunianya. Bagaimana tidak, Allah melimpahi beliau dengan segala kekayaan bahkan Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang sangat besar.

Bukan kerajaan biasa, bahkan istananya berlapis emas dan permata. Tidak hanya itu, Allah SWT juga mengkaruniakan kepadanya sebuah mukjizat yakni dapat mengerti dengan bahasa hewan serta dapat berkomunikasi dengan jin.

Namun ternyata, semua hal tersebut tidak diperoleh dengan begitu saja. Nabi Sulaiman selalu berdoa agar mendapatkan kekayaan, bisa menundukkan hewan dan juga mengusir jin. Lantas bagaimanakah doa yang sering dilantukannya? Berikut informasi selengkapnya.

Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan
Doa yang pertama yaitu doa untuk meminta kekayaan. Doa ini dapat kita amalkan untuk memohon kelancaran rezeki dari Allah. Doa tersebut berbunyi:

“qaala rabbi ighfir lii wahab lii mulkan laa yanbaghii li-ahadin min ba’dii innaka anta alwahhaab”

Yang artinya: Dia berkata Yaa tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku. Sesungguhnya engkau yang maha pemberi (QS Shaad 35)

Doa ini bisa diamalkan setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu. Bacalah doa tersebut dengan penuh keyakinan dan juga kekhusyukan agar dikabulkan oleh Allah SWT. Namun hal yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk terus berusaha mencari rezeki yang halal di jalan Allah Ta’ala.

Doa Nabi Sulaiman untuk Menundukkan Hewan dan Mengusir Jin
Doa selanjutnya yaitu doa Nabi Sulaiman untuk menundukkan hewan dan mengusir jin. Seperti yang sudah dikisahkan sebelumnya bahwa Nabi Sulaiman memiliki mukjizat untuk mengerti bahasa hewan, ternyata beliau juga berdoa kepada Allah untuk bisa menundukkan hewan tersebut. Bacaan doa tersebut terdapat di dalam Q.S An-Naml ayat 30 dan 31:

“Bismilaahir rahmoonir rohiim. Laa ta'luu 'alayya wa'tuunii muslimiin”

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.

Tidak hanya untuk menundukkan hewan, ternyata doa ini juga kerap digunakan oleh Nabi Sulaiman untuk mengusir jin. Untuk kita yang sedang menghadapi orang yang kesurupan juga bisa membaca doa ini untuk mengusir jin yang masuk ke dalam tubuh.

Caranya adalah dengan membisikan doa tersebut di telinga kanan orang yang kesurupan seraya menekan jempol kaki kanan dan kirinya. Niscaya setelah melakukan hal tersebut, jin yang merasuki diri dapat keluar dengan sendirinya.

Demikianlah informasi mengenai doa Nabi Sulaiman untuk mendapatkan kekayaan, penunduk hewan dan juga pengusir jin. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan jangan lupa untuk senantiasa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


from Info Unik http://ift.tt/2AkiZeT
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CCxyAD Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Kisah Bertaubatnya 100.000 Orang Karena Doa Dari Nabi Yunus

Nabi Yunus merupakan salah seorang dari nabi pilihan Allah SWT yang namanya terkisahkan dalam Al-Qur’an. Beliau diperintahkan untuk menyerukan mengenai tauhid dan pengesaan terhadap Allah SWT kepada kaumnya.

Akan tetapi, ternyata hidayah tidak juga datang kepada kaumnya tersebut. Mereka masih tetap bersikeras dengan kekafiran dan menyekutukan Allah Ta’ala. Namun beliau tidak pernah berputus asa dan terus berdakwah dalam jangka waktu yang sangat lama.

Dalam perjalanan kenabiannya, Nabi Yunus pernah berdoa kepada Allah. Mustajabnya doa tersebut ternyata berhasil membuat 100.000 orang bertaubat untuk menyembah Allah. Bagaimanakah lafal doa yang diucapkan Nabi Yunus? Berikut informasi selengkapnya.

Kisah taubatnya 100.000 orang ini terjadi ketika nabi Yunus mulai merasa kecewa dan putus asa terhadap kaumnya. Sebab meskipun sudah rajin berdakwah menyebarkan agama Islam namun masih saja banyak orang yang menolak ajakannya.

Bahkan tidak jarang beliau ditertawakan, dicemooh, dihina, diumpat dan dimaki umat kaumnnya tersebut. Karena merasa marah terhadap kekafiran dan kebodohan kaumnya tersebut, ia kemudian keluar kota tersebut tanpa meminta izin kepada Allah. Hingga pada akhirnya sampailah beliau ke laut. 

Jalur laut ini beliau tempuh dalam upayanya ‘kabur’ dari dakwah kepada kaumnya. Namun nasib malang menimpanya ketika berada di dalam perahu. Perahu tersebut kelebihan muatan dan cuaca memburuk, lalu dilakukanlah sebuah undian. Nama siapa yang muncul maka ia harus rela dicemplungkan ke dalam laut. Setelah diundi sebanyak tiga kali nama Yunus bin Mata terus keluar.

Lalu berdasarkan kesepakatan sebelumnya, dilemparkanlah nabi Yunus ke dalam laut tersebut. Ternyata Allah SWT memiliki kisah lain untuk dijadikan pelajaran melalui nabi Yunus. Beliau ditelan oleh ikan Nun, Al-Qur’an menyebutkannya dengan ‘Tiga Kegelapan’. Ialah gelapnya malam, gulitanya laut, dan kelamnya perut ikan. Sebagian ahli tafsir justru mengatakan, Yunus ditelan ikan kecil, dan ada ikan lebih besar yang menelan ikan kecil itu.

Akan tetapi Allah mewahyukan agar ikan tersebut tidak memakan nabi Yunus. Ketika berada di dalam perut ikan inilah, Nabi Yunus kemudian menyadari kesalahannya karena telah meninggalkan kaumnya. Hingga pada akhirnya bertaubatlah nabi Yunus seraya memohon kepada Allah dengan penuh harap dengan lafal:

Tiada Ilah yang haq selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. (al-Anbiya’ [21]: 87)

Inilah doa yang tidak merinci-rinci, tidak mendesak untuk disegerakan. Hingga pada akhirnya doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT dengan penuh keberkahan. Yunus pun kemudian dikeluarkan dari perut ikan tersebut dengan cara dimuntahkan ke daratan. Tepatnya di bawah pohon Yaqthin yaitu sejenis labu yang sekaligus menaungi Yunus dari panas dan hujan sebelum sadarkan diri.

Berkah dari doa yang diucapkan nabi Yunus dengan penuh penyesalan dan berharap penuh kepada Allah Ta’ala ini lah yang membuat Allah 100.000 kaumnya yang berda di Ninawa bertaubat. Kisah ini tercantum dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (Q.S. Ash-Shaffat, ayat 139-148)

Demikianlah informasi mengenai kisah bertaubatnya 100.000 orang berkah dari doa nabi Yunus. Sebagai manusia seharusnya kita tidak boleh untuk berputus asa ketika sedang mengerjakan sesuatu. Tetaplah berusaha dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya.


from Info Unik http://ift.tt/2lQ6ZgS
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2lR6cvi Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Air di Telaga Ini Membuat Manusia Tidak Haus Selamanya

Pada hari kiamat nanti seluruh makhluk hidup di bumi akan mati. Setelah itu, manusia dari segala masa akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian kita akan dikumpulkan untuk menjalani pengadilan dari Sang Pencipta.

Padang Mahsyar nantinya akan menjadi saksi begitu ngerinya kondisi dikala itu. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak berbaju. Matahari hanya berjarak satu mil dari tubuh. Kondisi ini, membuat kerongkongan haus tidak menentu.

Namun beruntungnya siapa saja yang menjadi umat Nabi Muhammad. Sang Baginda menunggu disebuah telaga dan akan memberi minum para umat. Satu tegukan mampu membuat manusia menjadi tidak haus selamanya. Seperti apa telaga tersebut?

Nabi Muhammad SAW mendapat keistimewan dari Allah SWT tatkala hari kiamat nanti. Beliau mendapat telaga yang bisa memberi minum berjuta umat-umatnya. Telaga tersebut bernama telaga Al-Kautsar. Dan kabar baiknya, manusia yang menjadi umat sang Nabi akan mendapat jatah minum dari telaga ini.

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim, no. 400).

“Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dahaga selamanya.” (HR.Bukhari).

Beruntungnya kita yang menjadi umat sang Nabi. Nabi Muhammad SAW dalam satu ketika juga pernah menggambarkan bagaimana indahnya telaganya. Dalam seuah hadist dijelaskan bahwa Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar jumlahnya sebanyak jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga, yang akan menjadi wadah manusia tatkala meminumnya.

Sedangkan lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Sementara airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu. Gambaran ini dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Muslim.

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bejana yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300).

Lantas, bagaimana Rasulullah SAW mengenali umatnya dari berjuta-juta umat yang ada dari berbagai masa? Ternyata Wudhu adalah jawabannya. Mereka yang menjaga wudhunya, akan mudah dikenali Nabi untuk diberikan minum ditelaganya.

"Umatku akan tampil pada hari kiamat, dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Namun, perjalanan setelah telaga sungguh masih sangat panjang dan berat. Begitupun, bisa mampir dan minum di telaga Rasul itu sungguh sebuah karunia besar. Perjalanan memang belum lagi selesai. Tapi mendapatkan minum dari telaga yang sesudahnya tidak lagi ada haus sungguh sangat didambakan. Itu akan sangat meringankan, di hari ketika segalanya berubah begitu mengerikan, panas, haus dan mencekam.


from Info Unik http://ift.tt/2CuhDUL
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2A8zFGb Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Ternyata Inilah Dua Keunggulan Rasulullah Dibandingkan Nabi Adam

Nabi merupakan lelaki pilihan Allah SWT yang mendapatkan wahyu namun tidak wajib untuk menyebarkannya kepada orang lain. Lain halnya dengan rasul yang memiliki kewajiban wahyu tersebut kepada kaumnya.

Semua nabi adalah sosok yang mulia sebab mendakwahkan ajaran Allah kepada orang lain. Ternyata Allah SWT mengkaruniakan kelebihan kepada beberapa orang nabi yang tidak dimiliki oleh nabi lainnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Allah memuliakan nabi yang berkelebihan tersebut saja.

Contohnya adalah Nabi Muhammad dan Nabi Adam. Ternyata Allah mengkaruniakan dua keunggulan untuk Rasulullah atas Nabi Adam. Keunggulan apa sajakah yang dimaksud tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Meskipun menjadi manusia dan nabi pertama di muka bumi, namun ternyata Nabi Adam belum lebih unggul jika dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi hal ini tidak membuat kita merendahkan kedudukan beliay.

Dikisahkan dalam sabdanya dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar bin al-Khaththab, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki dua keunggulan atas Nabi Adam ‘Alaihis salam.

“Aku,” ungkap Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “diunggulkan atas Adam dengan dua kelebihan.” Pertama, setan yang ada dalam diri Nabi Muhammad mulanya kafir, lalu Allah Ta’ala menolong Nabi hingga setan itu masuk Islam. Sedangkan setan yang menggoda Nabi Adam kafir dan berhasil menggoda beliau hingga diturunkan dari surga.

Terkait setan yang ada dalam diri Rasulullah ini, beliau pernah sabda kepada ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ada apa denganmu, wahai ‘Aisyah? Apakah kamu cemburu?”

Jawab istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits ini, “Bagaimana mungkin orang sepertiku tidak cemburu kepada orang seperti dirimu?”

Tanya Nabi lagi, “Apakah setanmu sudah menguasaimu?”

“Apakah aku punya setan?” jawab Ummul Mukminin seraya sampaikan tanya balik.

“Ya,” terang Nabi singkat.

“Begitu pula semua manusia?” tanya ‘Aisyah.

“Ya,” jelas Nabi.

“Pun dengan dirimu, ya Rasulullah?” pungkas ‘Aisyah sampaikan tanya.

“Ya,” jelas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “tetapi Tuhanku ‘Azza wa Jalla memenangkanku atasnya hingga dia masuk Islam.” (Hr. Imam al-Bukhari, dinukil oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam Agar Tidak Diperdaya Setan)

Selain unggul dikarenakan setan dalam dirinya telah kalah dan masuk islam, Rasulullah juga memiliki keunggulan yaitu “Istri-istriku (Nabi Muhammad) menjadi penolongku dalam ketaatan, sementara istrinya (Nabi Adam) menjadi pembantunya dalam mengerjakan kemaksiatan.”

Seperti yang kita ketahui bahwasanya keluarga Rasulullah terdiri dari satu imam dengan banyak istri. Namun meskipun demikian, keluarga Rasulullahh ini tetap menjadi contoh paling bagus terkait dengan saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Tidak hanya itu, keluarga ini juga sepemahaman jika berurusan dengan masalah agama dan tidak saling berseberangan.

Akan tetapi, lain halnya dengan Hawa istri dari Nabi Adam tercatat pernah menjadi jalan bagi suaminya untuk melakukan perintah yang dilarang oleh Allah SWT. Dirinya terbujuk dengan rayuan setan untuk menggoda Nabi Adam As hingga pada akhirnya Allah menurunkan keduanya dari surga.

Demikianlah informasi terkait dua keunggulan yang dimiliki oleh Rasulullah dibandingkan Nabi Adam. Akan tetapi hal yang harus ditanamkan dalam diri adalah, kedua nabi itu sama-sama memiliki kemuliaan di sisi Allah dan janganlah kita merendahkan salah satunya.


from Info Unik http://ift.tt/2A9CGWu
Wiwik Setiawati http://ift.tt/2CuhKQb Sumber artikel http://ift.tt/1O9hZcL
Share:

Definition List

Unordered List

Support