This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Berita Viral. Show all posts
Showing posts with label Berita Viral. Show all posts

Berita Kali ini : Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya, Bagikan !

Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
Sumber infoyunik.com
Share:

Berita Kali ini : Bahaya Buang Air Panas di Toilet, Bagikan !

Bahaya Buang Air Panas di Toilet
Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
Sumber infoyunik.com
Share:

Berita Kali ini : Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya, Bagikan !

Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
via sumber infoyunik.com noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) http://ift.tt/2Bb2J0H
Share:

Berita Kali ini : Bahaya Buang Air Panas di Toilet, Bagikan !

Bahaya Buang Air Panas di Toilet
Tindakan membuang air panas ke toilet mungkin menjadi hal aneh bagi sebagian kalangan. Namun tidak dipungkiri jika hal ini sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Sebaiknya bagi anda yang kerap melakukan hal ini segera menghentikan tindakan demikian.

Pasalnya ada bahaya yang bisa dialami jika hal ini terus dilakukan. Ulama menegaskan jika tindakan ini bisa mengganggu jin. Seperti diketahui, toilet merupakan salah satu tempat yang menjadi favorit jin.

Bangsa jin yang terganggu karena siraman air panas bisa melakukan pembalasan. Mulai dari merasuki manusia, bahkan ada yang sampai berujung pada kematian. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti oleh setan dan jin. Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Sabda Nabi SAW tersebut jelas menyebutkan bahwa toilet menjadi hunian favorit bagi setan dan jin. Layaknya manusia, jika mereka terganggu, maka sebagian akan melakukan pembalasan. Termasuk saat mereka terkena air panas yang disiramkan oleh manusia ke toilet.

Meski tidak ada dalil yang menyebutkan tentang larangan membuang air panas ke toilet, namun ulama sepakat jika hal itu dilarang. Pasalnya melihat realita di lapangan, dimana jin yang marah karena tersiram air panas bisa melakukan pembalasan dengan merasuki orang tersebut. Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’ (Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Allahu a’lam.

Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru bagi sahabat islam semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2Bb1s9X
via sumber infoyunik.com noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) http://ift.tt/2iPlvUy
Share:

Berita Kali ini : Inilah Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya Bagikan Info Penting ini !!!, Bagikan !

Inilah Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya Bagikan Info Penting ini !!!
Malaikat Mikail merupakan salah satu pembesar setelah Malaikat Jibril. Tentara Allah SWT ini betugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada makhluk di muka bumi. Pada satu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk menahan matahari.

Hal ini membuat waktu subuh menjadi lebih lama dibanding biasanya. Kisah ini terjadi pada suatu subuh saat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah. Ternyata pada saat rukuk punggung sang  Nabi ditahan oleh Malaikat Jibril sehingga tidak bisa bangkit.

Hal ini tentu membuat nabi dan makmumnya bingung. Ternyata ada peristiwa yang lebih besar terjadi, malaikat Mikail juga menahan matahari agar subuh jadi melambat. Sebenarnya apa yang terjadi hingga  Malaikat Mikail menahan matahari? Berikut kisah lengkapnya.

Ternyata hal ini terjadi karena Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat ini memang menjadi manusia yang beruntung karena Allah SWT begitu perhatian padanya. Bahkan, sampai memerintahkan malaikat-Nya menahan matahari demi dirinya.

Kisahnya bermula saat pelaksanaan shalat subuh berjemaah yang tengah dipimpin Rasulullah SAW. Tiba-tiba, malaikat Jibril datang dan membentangkan salah satu sayap ke punggung Nabi yang sedang rukuk. Hal ini membuat Rasulullah SAW rukuk lebih lama. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai.

Setelah shalat, seorang sahabat kemudian bertanya kepada sang Baginda.

“Apa yang terjadi ya Rasulullah, sehingga engkau memperlama rukuk tidak seperti biasanya?”

“Ketika aku rukuk tadi, dan membaca subhana rabbiyal adzim, lalu hendak mengangkat kepalaku, tiba-tiba Jibril datang dan merentangkan sayapnya dipunggungku hingga lama sekali. Sampai sayap itu diangkat, barulah aku bisa mengangkat badan,”

“Mengapa begitu?” tanya sahabat yang lain

“Aku tidak tahu dan tidak bisa menanyakan kepada Jibril” jawab Nabi.

Dan datanglah Jibril kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Nabi.

“Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku,agar Ali dapat ikut jamaah!”

Penjelasan Malaikat Jibril ini membuat Nabi terkagum. Namun Jibril meneruskan dan membuat Nabi lebih kagum lagi. “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!”

Kemudian, sang Baginda Nabi saw memanggil Ali untuk mengkonfirmasi. “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!”

Jawaban Ali membuat Nabi tersenyum dan kemudian bersabda “Inilah derajat orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca.


from Info Unik http://ift.tt/2iPl8sX
noreply@blogger.com (Wiwik Setiawati) Sumber KLIK DI SINI
Share:

Definition List

Unordered List

Support