This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Hot News. Show all posts
Showing posts with label Hot News. Show all posts

Terkuak! Bukan Karena Mobil, Surat Terakhir SPG Cantik yang Dimutilasi Suami Jadi Jawaban


Sales Promotion Girl (SPG), Nindy alias Desi Wulansari (21), dimutilasi oleh suaminya sendiri berinisial Muhammad Kholil (23), Senin (4/12/2017).

Dikabarkan sebelumnya, Kholil menghabisi nyawa istrinya lantaran sakit hati.

Nindy diduga sering menuntut materi lebih, terakhir meminta dibelikan mobil.

Kholil bekerja sebagai office boy di perusahaan swasta.

Disebut-sebut, Nindy juga sering menghina orangtua Kholil saat keduanya terlibat adu mulut.

Namun diduga semua alasan tersebut hanya alibi Kholil di depan polisi.

Saat olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan surat yang diduga ditulis oleh Nindy.

Surat berisi tentang curahan hati Nindy yang tak tahan dengan tingkah sang suami.

Nindy juga sempat menuliskan ucapan pamit kepada suaminya.












Sumber:tribunnews.com
Share:

Sebelum Gantung Diri Tulis Pesan di Sosmed, Ini Tulisannya


SURABAYA -Seorang pelajar di Surabaya ditemukan meninggal gantung diri di lantai dua rumahnya, Sabtu (16/12/2017).

AP (17), tewas gantung diri di rumahnya yang berada di di Jalan Juwingan no 17, Gubeng, Surabaya menggunakan tali tambang pramuka.

Rupanya, sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, AP sempat membuat status di media sosialnya.

Pada postingan akun media sosialnya, almarhum mengunggah gambar bertuliskan kata-kata.

Kepada TribunJatim.com, teman SMP AP, sebut saja Anton, menunjukkan postingan status di akun Line milik almarhum.

Pada postingan gambar tersebut, tampak tulisan sebagai berikut:

"After a while you get used to the instanity. You get used to walking around and feelling worthless and eventually you stop feeling sorry for yourself, because you deserve it. Every single person you see, you compare yourself to and scream and cry on the inside

(Setelah beberapa lama, kamu telah terbiasa dengan hal-hal gila. Kamu terbiasa untuk berjalan-jalan dan merasa tidak berguna, dan akhirnya kamu akan berhenti untuk memaafkan dirimu sendiri. Setiap orang yang kamu lihat, kamu akan bandingkan dengan dirimu sendiri, berteriak dan menangis di dalam diri)."

"Why God didn't bestow you with such (tulisan terpotong, red). You listen to all the love birds (tulisan terpotong, red) and see the happy coupes exchanging a kiss, a sign of passion, and a longing for erotica. It makes (tulisan terpotong, red) that in fact, you are alone."

Tak hanya itu, sebelum ditemukan gantung diri, AP juga sempat mengunggah status di media sosialnya.

"Farewell," tulisnya pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (16/12/2017).

Sementara itu, sosok AP dikenal pendiam oleh teman-temannya.

"Dia gak pernah cerita apa-apa. Ketemu ya cuma ngobrol. Di grup sekolah juga jarang komentar," ujar Anton.

Anton juga mengatakan saat SMP, AP dikenal ceria dan terbuka.

Namun semenjak duduk di bangku SMA, AP lebih tertutup kepada teman-temannya.

 "Dia pinter. Dulu sempat ikut kursus tapi berhenti, belajar sendiri di rumahnya. Mungkin gak kerasan di SMA, soalnya dulu dia pinginnya SMK," tambah Anton.

Saat terakhir bertemu almarhum AP, Anton sempat heran lantaran almarhum terlihat antusias saat rekan-rekannya menunjukkan kontak perempuan.

"Pas ketemu, anak-anak ngumpul bilang ada temen cewek. Saya heran, kenapa anak ini kok tumben minta dikenalin sama cewek. Biasanya gak pernah bahas-bahas cewek, bahasnya pelajaran terus," ujar Anton.












Sumber:tribunnews.com
Share:

Bikin Miris, Ternyata Ini Alasan Budianto Ajak Istri dan Anak Tinggal di Hutan


KARANGANYAR - Keluarga yang hidup di hutan adalah keluarga Budianto (34). Mereka hidup di rumah pohon di daerah Plesungan, Karanganyar.

Tribun Jateng berkesempatan berbincang langsung dengan keluarga tersebut.

Sesampainya di rumah keluarga Budianto, mereka menyambut dengan hangat.

Mereka tinggal di rumah pohon berukuran 3x2.5 meter dari bambu itu berdiri setinggi 4 meter dari atas tanah.

Di bawah rumah pohon itu terdapat dapur sederhana menggunakan kayu bakar, tempat menjemur pakaian, hingga tempat bermain ayunan buatan sendiri yang digunakan bermain anak-anak.

Budianto memiliki seorang istri, Marmi (36) dan dua anak bernama Kharisma Ayu Soraya (10) dan Redi Geby Hidayah (9).

Marmi mengawali cerita bahwa dirinya sudah tinggal di rumah pohon tersebut sejak beberapa bulan lalu.

"Sudah 6 bulan lalu, sejak habis lebaran. Diajak oleh suami tinggal di sini," jelasnya.

Perempuan asli Desa Tragan Karanganyar itu menjelaskan bila mereka hidup di rumah pohon tersebut karena sang suami tak lagi mau bersosialisasi dengan masyarakat.

Disebut tak mau bersosialisasi karena sebenarnya keluarga ini memiliki sebuah rumah pribadi di daerah Plesungan Karanganyar tapi sang suami tak mau tinggal di sana.

Selain itu, menurut Marmi ada hubungan tak harmonis antara suaminya dengan adik Marmi.

Hal itu, lanjutnya, dikarenakan adik Marmi pernah menyuruh Budianto untuk menyekolahkan kedua anaknya.

"Adik saya malah pernah bilang kalau ndak mau disekolahkan, dibawa pergi ke hutan saja. Eh beneran sama suami dibawa pergi ke sini," jelasnya.

Untuk membangun rumah pohon ini pun, ia menjelaskan bila semuanya telah ditanggung oleh lurah setempat.

"Jadi kami terima sudah beres. Pengerjaan kira-kira sebulan," papar Marmi.

Lebih jauh Marmi memaparkan, sebenarnya perilaku suaminya normal saat awal-awal membangun rumah tangga.

Namun hal itu berubah semenjak suaminya diajak merantau oleh temannya selama setahun.

"Dulu kerja di meubel, lalu pernah diajak kerja di luar jawa tahun 2008 hingga 2009. Setelah pulang itu jadi berbeda. Mengurangi sosialisasi kepada masyarakat dan lain-lain," ungkap Marmi.

Keanehan demi keanehan terus dirasakan oleh Marmi dan anak-anaknya, hingga akhirnya sebagai puncaknya, saat Budianto melarang kedua anaknya sekolah.

Selain tak mengizinkan sekolah, dirinya tak mau lagi tinggal di rumah keluarganya.

"Suami saya sudah tinggal setahun di hutan. Lalu anak-anak saya diajak, ya akhirnya saya pasrah dan ikut," ujar dia.'

Budianto, saat ditanya perihal keputusannya untuk tinggal di hutan, enggan memberi jawaban spesifik.

Meski begitu saat ditanya tentang mengapa dia melarang anak-anaknya sekolah, ia menjelaskan bila dirinya tak melarang, tapi karena keterbatasan uang.

"Saya dan istri saya pemulung, jadi lumayan susah menyekolahkan," jelasnya.

Lebih jauh Budianto mengatakan selama tinggal di hutan, dirinya menyebut tak pernah merasa tidak nyaman.

Ia menuturkan dirinya tak masalah tinggal di rumah pohon itu walau di sana banyak nyamuk, lipan bahkan kalajengking.

"Ya paling yang kecil-kecil itu, saya singkirkan saja bisa," katanya.

Terkait masa depan, Budi menjelaskan bila pihak Polres Karanganyar sudah berjanji untuk membuatkan sebuah rumah baru yang dekat dengan masyarakat.

Ia pun menjelaskan bila dirinya dan keluarga sudah setuju untuk pindah di rumah buatan Polres itu.

"Tapi belum tahun kapan dibangunnya. Saya menunggu saja," ujar Budianto.

Sekretaris Desa Plesungan, Yulianto, menjelaskan bila pihaknya telah melakukan pendekatan bagi keluarga tersebut.

Namun hingga saat ini masih nihil karena menurutnya Budianto susah diajak komunikasi.

"Tapi kami tetap terus memberikan pendekatan kepada yang bersangkutan agar mau pulang atau tidak tinggal di sana lagi," ujar Yulianto.














Sumber:tribunnews.com
Share:

Kisah Pilu Nor Haslina, Ibu Hamil 8 Bulan itu Meninggal Kejatuhan Rak Sepatu yang Digerogoti Rayap


Izri Sham Hussin (36) tak pernah menyangka, obrolan hangat bersama istri dan anak-anaknya beberapa hari lalu, akan menjadi obrolan terakhir bersama istri.

Saat itu keluarga kecil asal Malaysia ini tengah berbincang dan bercanda soal anggota baru keluarga yang dijadwalkan hadir pada Januari 2018.

Ya, istri Izri, yakni Nor Haslina Harun (35), memang tengah hamil delapan bulan.

Petaka datang dengan cara tak terduga.

Beberapa saat setelah mereka berbincang, Haslina mengalami kecelakaan fatal.

Ia tertimpa rak sepatu yang tiba-tiba saja ambrol dari dinding.

Petaka itu terjadi saat Haslina hendak keluar untuk menutup pintu pagar.

Rak sepatu itu memang digantung di dinding.

Rayap, menggerogoti rak yang terbuat dari kayu olahan itu, sehingga rapuh.

Rak itu ambrol dan menimpa Nor Haslina.

Ia mengalami cedera parah di kepala, hingga nyawanya tak tertolong.

Bayi dalam kandungan pun tak dapat diselamatkan.

Izri pun mengaku syok dengan peristiwa ini.

Yang paling disesalkannya, istrinya itu sebetulnya telah mengingatkannya soal rak sepatu yang mulai dimakan rayap.

Karena sibuk bekerja, dia tidak sempat memperbaiki rak sepatu itu.

"Istri saya sudah bilang soal rak yang dimakan rayap itu. Tapi saya tak sempat membetulkannya," ujar Izri.














Sumber:tribunnews.com
Share:

Pria Catat Isi SMS Selingkuhan Istri dari HP Senter di Kertas lalu ke Polisi sambil Gendong Anak


Risanto (36) datang ke Polsek Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau, sambil menggendong buah hatinya, Rabu (13/12/2017).

Ia mengadukan telah kehilangan istrinya, YD, selama 10 hari terhitung sejak 6 Desember 2017 seperti diberitakan Tribun Batam.

Ris datang ke kantor polisi membawa HP senter dan secarik kertas kecil yang dipakai untuk barang bukti.

Kertas bertuliskan salinan isi SMS yang diduga kuat dikirim oleh pria yang berselingkuh dengan istrinya.

SMS disalin karena Ris khawatir jika HP senter miliknya tiba-tiba rusak.

"Ada SMS dari pria yang kemungkinan dialah membawa kabur istri aku," kata Risanto, mengutip Tribun Batam.

Adapun bunyi SMS yang disalin, sebagai berikut:

"PUAS AKU RIS DILAYANIN DEWI BBRAPA HARI INI NGINAP SAMA AKU SERVICE DEWI SANGAT MEMUSKAN".

Ris pun berharap istrinya kembali ke rumah dan berjanji akan menerimanya demi kedua anaknya.











Sumber:tribunnews.com
Share:

Definition List

Unordered List

Support